//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pangkalan Udara Wiriadinata

Senin, 22 April 2019 22:26:50
photo: lanud wiriadinata / google sv
Catatan: Info ini bagian dari Places : Bandara Wiriadinata, Kota Tasikmalaya

Meski sudah menjadi bandara sipil dan komersial, fungsi Bandara Wiriadinata sebagai Pangkalan Udara (Lanud) Wiriadinata tetap berjalan normal. Bandara ini dulunya merupakan bandara peninggalan Belanda yang diteruskan pengelolaannya oleh TNI-AU dan dikenal dengan nama Landasan Udara Tasikmalaya. Tokoh yang dulu menjadi komandan landasan ini adalah Letkol Basyir Surya, yang namanya kini diabadikan sebagai nama jalan raya di depan bandara. Baru pada 20 September 2001, KSAU Marsekal TNI Hanafie Asnan meresmikan pergantian namanya menjadi Pangkalan Udara Wiriadinata. Nama ini dipetik dari nama Marsekal Muda TNI Raden Atje Wiriadinata, tokoh yang dikenal sebagai 'Bapak Pasukan Gerak Cepat TNI-AU', atau Kopasgat, atau yang sekarang dikenal sebagai Paskhas TNI-AU. Sejak 2013, di bandara ini juga sudah hadir Dirgantara Pilot School.

Orang nomor satu TNI-AU yang sekarang, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE, MM, juga baru berkunjung ke Bandara Wiriadinata. Mencicipi terminal baru? Tentu saja. Tapi inti kunjungannya pada 6 Maret 2019 itu, yang didampingi langsung Komandan Lanud Wiriadinata Letkol Pnb M Pandu Adi Subrata, SH, adalah untuk meninjau asset berupa gedung dan lahan ex-PT Dahana (persero) yang ada di area bandara. BUMN pembuat bahan peledak itu pada Agustus 2018 menyerah-terimakan lahan seluas 33 hektar, berikut 57 gedung dan bangunan. Niatnya, TNI-AU akan mengalihfungsikan bangunan menjadi perkantoran Wingdikkal (Wing Pendidikan Pembekalan) dan rumah dinas anggota Wingdikkal. KSAU juga memberikan persetujuannya bagi pelebaran jalan menuju bandara yang terminalnya baru diresmikan Jokowi itu.

Peta & Citra Satelit