Satu Indonesia, Berjuta Placesnya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Terminal Pulogadung, Jakarta Timur

Selasa, 21 Januari 2020 22:59:20
photo: terminal pulogadung / indoplaces

Terminal Pulogadung atau Terminal Bus Pulogadung? Kalau dulu memang pantas disebut Terminal Bus Pulogadung. Soalnya yang dulu mendominasi adalah bus-bus besar: bus kota maupun bus antar-kota. Kalau sekarang, atau sejak pertengahan 2016, terminal di Kelurahan Pulogadung ini lebih layak disebut Terminal Pulogadung saja: tanpa kata bus. Ini karena yang sekarang dominan adalah mikrolet atau angkutan kota. Adapun jumlah bus bisa dihitung dengan jari karena kebanyakan berupa bus TransJakarta yang keluar-masuk terminal secara terjadwal sehingga tak membuat padat terminal.

Terminal Pulogadung dibangun pada awal 1970-an. Terminal ini resmi beroperasi mulai 14 Mei 1976 sebagai terminal bus dalam kota, bus antar-kota, dan pool bus antar-kota. Dibangun di atas lahan seluas 35.196 meter persegi, area yang dipakai untuk area parkir dan melintas kendaraan angkutan (emplacement) tercatat seluas 21.545 meter persegi. Lahan lainnya dipakai untuk trotoar seluas 10.871 hektar dan untuk perkantoran terminal seluas 2.780 meter persegi. Diperkirakan terminal sebesar itu bisa menampung sekitar 300 kendaraan. Dari luasan tadi, yang dipakai untuk terminal bus dalam kota seluas 10.500 meter persegi, dengan luas emplacement 8.125 meter persegi.

Setelah sekian puluh tahun eksis, pada awal 2000 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mewacanakan pembangunan Terminal Pulogebang. Pada 2001, lewat sayembara yang digelar Dinas Perhubungan Propinsi DKl Jakarta dan lkatan Arsitek Indonesia (IAI), Paul Tanjung Tan keluar sebagai pemenang desain ''Terminal Bus Pulogebang Jakarta Timur''. Terminal ini akhirnya benar-benar dibangun pada 2009 dan rampung tahun 2012. Sayangnya, terminal ini tak diminati dan Terminal Bus Pulogadung terus berfungsi. Sempat diambil alih Kementerian Perhubungan (yang juga mengambil alih pengelolaan seluruh Terminal Tipe A di Indonesia), terminal yang dibangun dengan biaya Rp 448,6 miliar ini akhirnya diserahkan kembali ke Pemprov DKI Jakarta dan diresmikan ulang pada 28 Desember 2016.

Meski seremoni peresmian berlangsung Desember, sejak Februari 2016 Terminal Pulogebang sudah mulai dioperasikan. Puluhan bus antar-kota sudah mulai melayani penumpang dari sana. Adapun kepindahan resmi seluruh aktivitas bus antar-kota baru berlangsung pada Juli 2016, atau setelah Lebaran Idul Fitri 6 Juli 2016. Walhasil, mulai pekan kedua Juli 2016, atau setelah 40 tahun mewarnai Jakarta, ''Terminal Bus Pulogadung'' pun berubah menjadi ''Terminal Pulogadung'', alias jadi terminal angkutan kota dan bus dalam kota.

Pada Januari 2017, Terminal Pulogadung resmi turun kelas. Dari semula Terminal Tipe A yang melayani angkutan dalam kota dan antar kota, menjadi Terminal Tipe B atau terminal regional, yang hanya melayani bus dalam kota dan angkutan kota. Sejak itu, meski tetap berantakan seperti di masa sebelumnya, Terminal Pulogadung jadi terasa lebih lapang. Tak banyak lagi bus-bus besar yang menghalangi pandangan ke area terminal yang luas.

Peta & Citra Satelit

Terminal Angkutan Kota

Terminal Pulogadung
Jl. Raya Bekasi Km. 18
Kelurahan Pulogadung
Kecamatan Pulogadung
Kota Jakarta Timur
DKI Jakarta

Terminal Truk Pulogadung

Bagaimana kondisi Terminal Pulogadung sekarang, tahun 2020? Suasana lapang tanpa banyak bus besar masih terasa. Soal keberantakan dan kesemrawutan rasanya masih sama. Angkutan kota ditempatkan berkelompok di sana sini, dan bahkan ada yang ditempatkan di area luar terminal. Bus antar-kota masih ada, tapi hanya bus antar-kota ukuran kecil dan jarak pendek, semacam bus Pulogadung - Karawang. Plus, sekarang truk-truk angkutan barang pun ikut mengisi kawasan terminal. Bagaimana ke depannya? Terlalu banyak rencana. Ada niatan membangun rumah susun yang terpadu dengan terminal. Ada niatan membangun mall yang terpadu dengan terminal, seperti di Terminal Cililitan. Dan masih banyak niatan-niatan lainnya.