//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Stadion Utama Sekundang Bara

Rabu, 6 April 2011 09:20:09
photo: balaputradewa

Stadiun Utama Sekundang Bara, di kota Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, baru diresmikan Gubernur Sumatera Selatan akhir November 2010. Stadion megah yang dibuat melampaui standard Liga PSSI Divisi I ini, pembangunannya menelan dana Rp 34,8 miliar. Sebagian teramat besar bersumber dari hibah PT Bukit Asam Tbk (persero): Rp 30,8 milyar. Yang Rp 4 miliar lagi berasal dari APBD Provinsi Sumsel.

Stadion Utama Sekundang Bara, yang akan jadi homebase Persime (Persatuan Sebakbola Muara Enim), punya lapangan berukuran 105 x 68 meter. Kualitas lapangannya sudah dibuat berstandard internasional, termasuk dengan memakai rumput Zoysia asal Thailand, yang harga impornya mencapai Rp 1 miliar. Di sekeliling lapangan rumput itu pun sudah dibuatkan lintasan untuk atletik. Adapun luas stadionnya sekitar 8.103 meter persegi, dan tribunnya bisa menampung 4.000 penonton.

Stadion Sekundang Bara berada di kompleks Sport Center Muara Enim atau Kawasan Olahraga Sekundang Serasa. Selain stadion utama, kompleks ini sudah lebih dulu terdapat GOR Pancasila yang beratap merah. GOR Pancasila biasa dipakai untuk pertandingan bola basket dan bola volley.

Rencananya, di tempat yang sama akan segera dibangun gelangang renang bertaraf internasioal. Tak seperti proyek stadion utama, pembangunan gelanggang renang akan sepenuhnya dipasrahkan kepada PT Bukit Asam Tbk (persero). Pemkab Muara Enim hanya menyediakan lahan dan gambar desain. Setelah jadi, barulah gelanggang renang yang ditaksir berbiaya Rp 30 miliar itu diserahkan ke pemkab.

Peta & Citra Satelit

GOR Pancasila

Stadion Sekundang Bara berada di kompleks Sport Center Muara Enim atau Kawasan Olahraga Sekundang Serasa. Selain stadion utama, kompleks ini sudah lebih dulu terdapat GOR Pancasila yang beratap merah. GOR Pancasila biasa dipakai untuk pertandingan bola basket dan bola volley.

Rencananya, di tempat yang sama akan segera dibangun gelangang renang bertaraf internasioal. Tak seperti proyek stadion utama, pembangunan gelanggang renang akan sepenuhnya dipasrahkan kepada PT Bukit Asam Tbk (persero). Pemkab Muara Enim hanya menyediakan lahan dan gambar desain. Setelah jadi, barulah gelanggang renang yang ditaksir berbiaya Rp 30 miliar itu diserahkan ke pemkab.