Stasiun Cirebon Prujakan, Kota Cirebon
Setiap 8 menit sekali ada kereta yang melintas di Kota Cirebon. Kesibukan itu bersumber dari 54 trayek kereta api reguler yang setiap hari memunculkan 144 perjalanan kereta api, baik dari arah barat (terutama Jakarta) ke wilayah timur Pulau Jawa, maupun sebaliknya. Juga dari arah utara ke selatan Jawa, maupun sebaliknya. Singkat kata, Kota Cirebon adalah 'simpang tiga' jalur kereta api Pulau Jawa yang padat. Lebih kongkrit lagi, simpang tiga itu berada di Stasiun KA Cirebon Prujakan, stasiun yang masih mulus karena baru diupgrade dan kini punya 9 jalur rel kereta api.
Selain sebagai simpang tiga, karakter lain stasiun Prujakan adalah dia menjadi stasiun pemberhentian kereta penumpang kelas ekonomi atau membawa gerbong kelas ekonomi. Sedangkan kereta kelas eksekutif menaik-turunkan penumpang di stasiun Cirebon yang satu lagi, yakni Stasiun Cirebon, tanpa imbuhan kata lain pada namanya. Stasiun ini hanya berjarak 1 kilometer dari stasiun Cirebon Prujakan ke arah Barat atau ke arah Jakarta. Pemisahan stasiun bagi kereta yang berbeda kelas ini tentu bukan persoalan diskriminasi sosial, tapi lebih karena faktor pengaturan lalu lintas kereta.
Stasiun Cirebon Perujakan menjalani renovasi besar sepanjang 2011 dan 2012. Renovasi sekaligus penambahan hingga 9 jalur rel kereta api itu tak lepas dari rencana pengembangan jalur rel ganda (double track) lintas Jawa, Utara maupun Selatan. 9 jalur yang ada pun dipilah penggunaannya: 1 jalur untuk kereta barang, 4 jalur untuk melayani double track lintas utara Jawa, dan 4 jalur lagi untuk melayani double track lintas selatan.
Double track lintas utara, yang menghubungkan Jakarta-Cirebon-Tegal-Semarang-Bojonegoro-Surabaya sejauh 727 kilometer, secara resmi sudah dioperasikan pada Juni 2014, bertepatan dengan peringatan '150 Tahun Sejarah Perkeretaapian di Indonesia'. Double track dari Stasiun Cirebon Prujakan hingga stasiun Pasar Turi panjangnya sekitar 470 kilometer.
Double track lintas selatan, Jakarta-Cirebon-Purwokerto-Yogya-Solo-Madiun-Mojokerto-Surabaya, masih terus dikerjakan dan direncanakan bisa rampung pada 2016. Double track ini, sebenarnya hanya di wilayah tengah Jawa saja yang berada di belahan Selatan Jawa. Selepas Yogyakarta dan di wilayah Jawa Timur, jalurnya beralih ke jalur tengah, via Mojokerto, dan terus ke Surabaya. Dia tidak lewat jalur selatan atau tidak melewati kota dan kabupaten Blitar maupun Malang. Panjang double track lintas Selatan ini, dari Stasiun Cirebun Prujakan hingga ke Pasar Turi Surabaya, mencapai 620 kilometer. Kalau diukur dari Jakarta, jaraknya sekitar 800 kilometer.
Saat ini, bagian rel ganda lintas selatan Jawa yang sudah hampir rampung dikerjakan adalah sisi Cirebon-Purwokerto. Pembangunannya dimulai dari sisi Purwokerto. Jalur Stasiun Purwokerto-Stasiun Prupuk sepanjang 56 kilometer sudah selesai pada awal 2014. Pada Mei 2014, giliran jalur Stasiun Prupuk ke Stasiun Larangan yang diresmikan. Dan akhirnya, pada Desember 2014, jalur menyeberang provinsi dari Stasiun Larangan (Kabupaten Brebes, Jawa Tengah) dan Stasiun Ciledung (Kota Cirebon, Jawa Barat) sepanjang 25 kilometer diresmikan. Walhasil, sejak Desember lalu, PT KAI Daops 3 Cirebon pun sibuk menuntaskan sisa jalur yang 32 kilometer lagi: jalur dari Stasiun Ciledug sampai Stasiun Cirebon Prujakan.
Pembangunan jalur terakhir ini dipecah dua. Jalur dari Ciledung ke Stasiun Luwung dan kemudian ke Stasiun Cirebun Prujakan. Jalur Stasiun Ciledung ke Stasiun Luwung sepanjang 24 kilometer sudah rampung dan dioperasikan Maret 2015 lalu. Sisa yang 8 kilometer, dari Luwung ke Cirebon Prujakan, April 2015 pun sudah selesai, tapi belum dioperasikan. Masih menunggu uji kelayakan. Lebaran ini bisa beroperasi?
Peta & Citra Satelit
Stasiun Kota Cirebon
PT Kereta Api Indonesia (persero) Daops 3 Cirebon
Jl. Nyimas Gandasari No. 1
Keamatan Pekalipan - 45153
Kota Cirebon
Jawa Barat
Tabrakan No, Seruduk Yes
Sembilan hari kemudian, Sabtu 24 Mei 2015, giliran kereta penumpang yang menyeruduk kereta barang, di jalur dari Stasiun Cirebon Prujakan ke Stasiun Waruduwur (9 kilometer), bagian dari jalur lintas utara, yang diresmikan pada Juli 2013. Alkisah, sekitar 200 meter menjelang Stasiun Waruduwur, KA Bangunkarta (kereta eksekutif Jakarta-Cirebon) yang mestinya sekedar melintas di jalur 3, mendadak anjlok lokomotifnya. Akibatnya, sang lokomotif dan beberapa gerbong awal tergelincir, keluar jalur, dan menghantam kereta api barang pengangkut pipa besi yang sedang rehat di jalur 4. Tak ada korban serius. Tapi 3 gerbong kereta penumpang itu dan 2 gerbong kereta barang terguling. Walhasil, hingga hari Senin depannya, perjalananan kereta masih terganggu dan banyak keterlambantan. Adapun kereta yang terguling sudah dievakuasi ke Dipo Stasiun Cirebon dan rel yang rusak masih diperbaiki.
Berita Kota Cirebon
- Ridwan Kamil Lantik Walikota Cirebon 2018-2023
- Hotel Ibis Budget Kini Hadir di Cirebon
- Presiden Jokowi Sambangi Cirebon
- Manfaatkan Akses Tol Cipali, Patra Jasa Dirikan Hotel di Kota Cirebon
- AMD Property Group Mulai Bangun Ibis Hotel di Cirebon
- Menpan RB Yuddy Chrisnandi Sindir Masih Semrawutnya Pilwawali Cirebon
- Wakil Walikota Cirebon Nasrudin Azis Dilantik Jadi Walikota
- Innalillahi, Wali Kota Cirebon Meninggal Dunia
- Menpan-RB Yuddy Chrisnandi Tinjau Sarana-Prasarana Pelabuhan Cirebon
- Kerugian Pencurian Batubara di Pelabuhan Cirebon Capai Rp 15 Miliar
Sewu Kuto Logistik
Mengirim kargo ke ribuan kota di Indonesia. Cepat, aman, dan terjangkau.
Jadwal dan Tiket Kapal Pelni
Jadwal komplit seluruh kapal Pelni, plus info harganya
Upaboga
Makan itu enak. Bisnis makanan pasti lebih maknyus.