//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen

Jumat, 22 Mei 2015 18:02:44
photo: pemkab kepulauan yapen

April 2015 lalu terdengar kabar kalau delegasi Kedubes Norwegia datang ke Riau. Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau pun senang dan berharap teknologi perikanan Norwegia bisa diterapkan di Riau, seperti yang sudah dilakukan di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Membaca berita ini, kabar 'aksi sangar' Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun jadi terngiang. Tak lama setelah dilantik, Susi memanggil 10 dubes negara asing ke kantornya, termasuk Dubes Norwegia untuk Indonesia Stig Traavik. Kepada Dubes Norwegia ia minta realisasi investasi di Kepulauan Yapen dipercepat.

''Tadi beliau tanya apa yang bisa dilakukan? Saya bilang speed, karena saya suka kecepatan. Saya suka segala dijalankan dengan cepat dan saya suka realisasinya cepat. Itu saja yang saya mohon dengan beliau,'' kata Susi, usai pertemuan 4 November 2014 itu. Ia menjelaskan pula: Kementerian Kelautan dan Perikanan menggandeng Kedutaan Norwegia di Indonesia untuk menggarap proyek perikanan di Kepulauan Yapen. Proyek perikanan ini bernama aqua culture farming atau budi daya ikan di laut lepas. Kepada Stig Traavik ia minta proyek itu dikerjakan dengan cepat, dan realisasi investasi dilakukan sesegera mungkin.

Aksi Susi terjadi November 2014, lawatan rombongan Kedubes Norwegia ke Riau terjadi April lalu. Pada periode di antara kedua waktu itu mungkin memang sudah ada perkembangan. Investasi Norwegia di Kepulauan Yapen mungkin sudah direalisasikan. Dubes Stig Travik sendiri, saat berada di kantor Menteri Susi, sempat bilang kalau proyek kerjasama budidaya ikan tuna sirip kuning dan ikan barramundi di laut dalam di Kepulauan Yappen akan dimulai Desember 2014.

Jadi, berapa juta dolar yang diinvestasikan Norwegia di Kepulauan Yapen? Tak ada nilai uang yang disebutkan dalam pertemuan Susi dan Stiig Travik. Tapi uniknya, sehari sebelum pertemuan di Jakarta tadi, di Serui, ibukota Kabupaten Kepulauan Yapen, Bupati Tonny Tesar buka kartu. Untuk proyek kerjasama dengan Norwegia itu, Pemkab Kepulauan Yapen ikut mengucurkan investasi senilai Rp 48 Milyar. Dana itu akan dikucurkan kepada perusahaan daerah selama 3 tahun berturut-turut, di mana setiap tahunnya akan dicairkan dana sekitar Rp 15 milyar.

Dana itu, kata Pak Bupati, akan dipakai untuk pengembangan ikan baramudi dan ikan tuna. Konsepnya, ''Kita memberdayakan petani nelayan, dan perusahaan ini sebagai operator dan penyedia peralatannya.'' Untuk itu, tahun depan akan dibangun beberapa keramba yang besar, sekaligus untuk uji coba pengembangan baramudi dan ikan tuna. Adapun soal pemasarannya kelak, ''Kita sudah jajaki juga untuk menjadikan pasar Jepang untuk menampung hasil yang kita peroleh dan diekspor keluar negeri melalui Denpasar, Bali.''

Jadi, berapa investasi Norwegia? Berapa besar bantuan luar negerinya? Masih belum jelas. Kalau kita jalan-jalan ke KBRI di Oslo, kabar kerjasama itu memang ada. Pada 10 Maret 2014, Roriwo Karetji, presiden direktur PT Yapen Hatchery & Fishfarming, BUMD yang dimaksud Bupati Tonny Tesar, memang datang Norwegia. Di sana, dengan disaksikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia Yuwono A Putranto, ia menandatangani kesepakatan business-to-business (B2B) dengan perusahaan perikanan terbesar di Norwegia, AquaOptima AS.

Lewat kesepakatan B2B itu, kedua perusahaan sepakat untuk menggarap budidaya ikan tuna dan barramudi di Kepulauan Yapen. Wujud kongkritnya adalah transfer of know-how dan teknologi dari Norwegia. Selama 8 bulan sejak teken kesepatakan, PT Yapen Hatchery & Fishfarming dan AquaOptima AS akan melakukan persiapan-persiapan awal guna memenuhi target produksi 1 juta bibit ikan seberat 20 gram per tahun. Tiap 2 bulan, diharapkan akan diproduksi sekurang-kurangnya 170 ribu bibit ikan yang siap dibudidayakan di karamba yang mengadopsi teknologi Nowegia.

So, adakah investasi Norwegia? Atau sekedar jual-beli karamba? Mungkin ada. Soalnya, kesepakatan itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Kepulauan Yapen Tony Tesar ke Norwegia pada Juli 2013. Kunjungan itu sudah ditindaklanjuti dengan mendatangkan tenaga ahli perikanan dari IMR untuk melakukan studi pengembangan budidaya ikan laut di Kepulauan Yapen.

Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, 14 April lalu datang ke Indonesia dan bertemu Presiden Jokowi serta Susi Pudjiastuti. Mereka tak menyinggung soal keramba laut dalam di Kepulauan Yapen. Yang dibicarakan, selain soal tambang minyak laut dalam, adalah soal memerangi ilegal fishing.

Peta & Citra Satelit

Kantor Bupati Kepulauan Yapen

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen
Jl. Irian No. 1
Kota Serui - 98211
Kabupaten Kepulauan Yapen
Provinsi Papua

Tel: 0983-31001

Website: www.kepyapenkab.go.id

Link:
AquaOptima AS - www.aquaoptima.com



Notes: Google dan Here.com sudah punya citra satelit sebagian wilayah selatan dan timur kota Serui, ibukota Kabupaten Kepulauan Yapen. Hanya saja, citra satelit tidak meng-cover area kantor bupati.

Distrik di Kepulauan Yapen

Kabupaten Kepulauan Yapen tergolong kabupaten tua. Ia terbentuk bersamaan dengan pembentukan Provinsi Irian Jaya atau Irian Barat pada 1969. Hanya saja, dulu namanya Kabupaten Yapen Waropen. Setelah sebagian wilayahnya dimekarkan pada 2003 dan menghasilkan Kabupaten Waropen, kabupaten induk ini memilih untuk mengganti nama menjadi Kabupaten Kepulauan Yapen, yang disahkan lewat PP No 40 tahun 2008.

Distrik di Kabupaten Kepulauan Yapen:
  1. Angkaisera
  2. Poom
  3. Yapen Barat
  4. Yapen Timur
  5. Yapen Utara
  6. Yapen Selatan
  7. Teluk Ampimoi
  8. Wonawa
  9. Windesi
  10. Kosiwo
  11. Raimbawi
  12. Kepulauan Ambai