Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Gumaya Tower Hotel, Gajah Mada, Semarang
Sabtu, 29 April 2017 15:57:30
photo: gumaya tower hotel / google street view
Swiss-Belinn Tunjungan dikerjakan pembangunannya oleh PT Praba Indopersada. Kontraktor asal Jakarta ini juga pernah mengantongi Rp 40,1 miliar untuk membangun Gumaya Palace Hotel di Kota Semarang. Adakah Hotel Gumaya Palace di Kota Semarang? Menurut Google Maps sih ada. Tapi Anda akan diantar ke lahan kosong eks-bongkaran kalau mengikuti petunjuknya. Hotel ini tak ada. Soalnya, ketika proses konstruksinya selesai pada 2008, hotel bintang 5 ini diluncurkan dengan nama yang sedikit berbeda: Gumaya Tower Hotel. Dan hebatnya, hotel ini kemudian jadi tempat menginap semua presiden Indonesia pasca-Soeharto, kecuali Presiden BJ Habibie.

Peletakan batu pertama pembangunan Gumaya Palace Hotel dilakukan Gubernur Jateng H Mardiyanto pada 19 Februari 2005. Untuk menuntaskannya, sang pemilik, PT Gumaya Graha Mulia, menanamkan investasi sebesar Rp 300 miliar. Hendra Sugiharto, presiden direktur PT Gumaya Graha Mulia, yakin investasinya bakal balik modal dalam waktu 10 tahun. Diperkirakan, hotel yang bakal memiliki 378 kamar itu bisa rampung dalam waktu 20 sampai 24 bulan, dan bisa beroperasi pada 2007. Akhirnya, mundur setahun dari jadwal semula, Gumaya Palace Hotel bisa rampung dan melakukan grand opening pada 27 Februari 2008. Yang juga berbeda dari rencana semula adalah nama sang hotel, yang berubah jadi Gumaya Tower Hotel, dan jumlah kamarnya yang turun jadi 259 kamar.

Gumaya Tower Hotel harus mundur pengoperasiannya karena banyak persoalan yang dihadapi selepas peletakan batu pertama. Pada Juni 2005, misalnya, warga Kampung Jayenggaten, dengan didukung mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang, menyegel proyek Gumaya Palace Hotel. Mereka tidak terima digusur dari lahan yang sudah mereka tempati selama 30 tahun demi pembangunan hotel. Pada Agustus 2005, warga Kampung Jayenggaten menempuh jalur hukum dengan membawa persoalan amdal dan IMB Gumaya Palace Hotel ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Langkah ini menyusul pengaduan yang mereka sampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), yang melaporkan kerusakan lingkungan yang terjadi akibat pembangunan hotel. Pada Juni 2005, Menteri KLH pun sempat mengeluarkan instruksi penghentian proyek sampai amdal proyek diseleasikan. Tapi pemilik hotel dan kontraktornya, PT Praba Indopersada, melangkah terus dengan proyeknya karena tak kunjung mendapat tembusan surat dari KLH. Pada Januari 2006, Wakil Walikota Mahfud Ali akhirnya mengancam akan mencabut IMB Gumaya Palace Hotel kalau masalah kerusakan lingkungan di Jayenggaten tak terselesaikan.

Masalah lain yang juga muncul adalah soal tinggi hotel. Gumaya Palace Hotel direncanakan dibangun sebanyak 14 lantai dengan ketinggian 60 meter. Padahal, peraturan yang ada saat itu menetapkan tinggi bangunan maksimal di Jalan Gajah Mada, tempat hotel itu berada, adalah 52 meter. Merespon masalah ini, pihak hotel menyodorkan izin prinsip yang dikeluarkan walikota Semarang, yang menyebut hotel boleh dibangun hingga 15 lantai, dengan ketinggian 56 meter, plus toleransi ketinggian hingga 8 meter melebihi ketentuan yang 52 meter (atau totalnya boleh setinggi 60 meter). Meski begitu, pihak hotel menegaskan hanya akan membangun 14 lantai dengan ketinggian 52 meter. Semua kententuan itu diikuti? Entahlah. Yang jelas, di websitenya, sekarang ini Gumaya Tower Hotel mengklaim dirinya sebagai hotel tertinggi di Semarang, yang punya 17 lantai. Dan di lantai tertingi itu pula terdapat Presidential Suite, kamar mewah seluas 260 meter per segi, yang jadi tempat menginap para presiden Indonesia, sejak Presiden Abdurahman Wahid.

Apa alasan pemerintah republik ini memilih Gumaya Tower Hotel setiap kali singgah di Kota Semarang? Tidak diketahui alasan pastinya. Yang jelas, semua presiden pasca-Soeharto pernah menginap di sana. Mulai dari Gus Dur, lalu Megawati, kemudian SBY, dan akhirnya Jokowi. Jusuf Kalla juga pernah menginap di sana saat menjadi wapres di era SBY. Adapun Presiden Joko Widodo tercatat pernah dua kali menginap di Gumaya Tower Hotel. Jokowi pertama kali menginap di hotel ini pada 29 Juni 2015, saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang. Seminggu sebelum Jokowi tiba, pasukan pengamanan presiden lebih dulu datang untuk menyisir seluruh area hotel, serta untuk menempatkan para sniper. Tahun lalu, 9 Agustus 2016, Jokowi menginap lagi di Gumaya Tower Hotel, dalam rangka sosialisasi tax-amnesty di Semarang.
Gumaya Tower Hotel Semarang
Jl. Gajah Mada No. 59-61
Kelurahan Kembangsari - 50134
Kecamatan Semarang Tengah
Kota Semarang
Jawa Tengah

Tel: 024-3551999
Fax: 024-3551777

Website: www.gumayatowerhotel.com


Pemilik: PT Gumaya Graha Mulia