Satu Indonesia, Berjuta Placesnya

SBY Tinjau RSS Atambua

Jumat, 11 Februari 2011 07:19:02
2069 klik
Send to a friend   Print Version
Atambua, Presidensby.info -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih bermalam di tenda dalam kunjungan ke Markas Komando Batalyon Infanteri 744/Satya Yudha Bhakti, Kabupaten Belu, NTT, karena merasa nyaman.

''Saya bermalam di tenda karena nyaman,'' ujar Presiden, dalam wawancara dengan stasiun televisi SCTV, di halaman Mako Yonif, Jumat (11/2) pagi, sebelum bertolak ke Kupang.

SBY menambahkan, memiliki banyak kenangan yang tidak terlupakan dengan kesatuan ini. Saat berpangkat mayor, SBY pernah menjadi komandan Yonif 744/SYB ini, yang saat itu bermarkas di Dili, ibukota Timor Timur yang kini menjadi negara Timor Leste.

''Banyak yang tidak terlupakan. Tapi yang tak terlupakan ketika menjalankan pertempuran karena harus bertahan dari lawan dan kadang harus kehabisan logistik,'' Presiden mengenang. ''Biasanya satu kali makan dan kemudian tidak makan, itupun kalau ada,'' SBY menambahkan.

Terkait alasan pemilihan jalan darat dari Kupang ke Atambua, SBY menjelaskan karena ingin memastikan laporan Pemda setempat, sekaligus ingin mengenal dan menyapa warga. ''Tadinya saya yakin NTT betul-betul tandus, tidak ada tempat bercocok tanam. Ternyata bervariasi. Ada rumah yang layak dan yang kurang layak,'' Presiden menjelaskan.

Kunjungan ke NTT ini merupakan upaya untuk menindaklanjuti pembahasan yang sudah dilakukan di Jakarta mengenai percepatan pembangunan NTT, pekan lalu. ''Maka bantuan pemerintah akan lebih tepat sasaran,'' kata SBY.

Alasan Presiden memilih kawasan timur Indonesia, meskipun juga ada persoalan di wilayah lain, karena jauh dari jangkauan dan masih banyak yang harus diperbaiki. ''Namun, di kawasan timur masih ada kawasan yang harus dibangun dan tidak seketika, tidak seperti membalik telapak tangan. Ada peran dari semua,'' Presiden menjelaskan.

Usai wawancara, Presiden langsung bertolak ke pelabuhan Atapupu untuk kembali ke Kupang menggunakan KRI Slamet Riyadi. Perjalanan laut ini akan memakan waktu 6-7 jam untuk sampai ke Kupang. Namun, sebelum sampai di pelabuhan, SBY terlebih dahulu meninjau Rumah Contoh Layak Huni tipe 36, yang lokasinya tidak jauh dari kompleks Batalyon Yonif/744.

Terlihat mendampingi Presiden, antara lain, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendiknas M. Nuh, Menpora Andi A. Mallarangeng, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menhub Freddy Numberi, dan Seskab Dipo Alam. (yun)
Test Kit Demam Berdarah untuk Klinik

Places di Nusa Tenggara Timur

MV Karadeniz Powership Gokhan Bey, Pembangkit Listrik Terapung Kupang

Kamis, 06 April 2017 12:31:07
Dari 3 kapal pembangkit listrik terapung yang disewa PLN dari Turki, dan sudah tiba di Indonesia, MV Karadeniz Powership Gokhan Bey terbilang istimewa. Bukan karena spesifikasi teknis kapalnya, tapi karena keberangkatannya ke Indonesia, 13 November 2...

Pemerintah Kabupaten Kupang

Kamis, 02 Maret 2017 16:37:51
Pemerintah Kabupaten Kupang semula berkantor di Kota Kupang, yang juga jadi ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Belakangan, Kota Kupang ditetapkan sebagai daerah otonom, via Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1996, yang diteken Presiden Soeharto. Konsekue...

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur

Sabtu, 13 Juni 2015 12:28:20
Kabupaten Sumba Timur sekarang ini merupakan kabupaten yang punya wilayah paling luas di Nusa Tenggara Timur. Hal ini antara lain karena kabupaten lain sudah dimekarkan. Kabupaten Sumba Barat, misalnya, sudah dimekarkan menjadi Kabupaten Sumba Tengah...