Satu Indonesia, Berjuta Placesnya

Seram Bagian Timur

  • Terlambat Naik, Bupati Seram Bagian Timur Diduga Tampar Petugas Lion Air

    Sabtu, 22 Juni 2013 16:22:34
    1578 klik
    Vivanews -- Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur Abdullah Vanath yang ditinggal pergi Pesawat Lion Air diduga menampar salah satu petugas Lion Air di Bandara Pattimura atas nama Pendy Sabandar. Kejadian yang terjadi sekira pukul 07.30 WIT bermula saat Vanath hendak melakukan penerbangan ke Jakarta dari Ambon menggunakan maskapai Lion Air. Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ajun Komisaris Besar Pol. Bintang Juliana, mengatakan belum bisa memastikan persoalan yang melibatkan Abdullah Vanath dan seorang pegawai Lion Air adalah kasus penganiyaan. Sebab hingga sore ini, polisi belum mendapatkan laporan resmi dari korban soal pemukulan Bupati SBT Abdullah Vanath.
  • Bupati Seram Bagian Timur Dilaporkan KOMITs ke KPK

    Rabu, 13 Februari 2013 21:55:24
    1427 klik
    Tribun News -- Koalisi Masyarakat untuk Indonesia Transparans (KOMITs) berunjuk rasa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berada di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2013). Puluhan aktivis KOMITs ini meminta KPK segera menangkap Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku, Abdullah Vanath. Pasalnya, Vanath yang sudah berulang kali dilaporkan ke KPK oleh sejumlah elemen masyarakat terkait banyak melakukan penyimpangan dan kasus korupsi, masih belum diproses hukum. Abdullah Vanath diduga terlibat dalam kasus korupsi dan gratifikasi sejumlah proyek APBD di kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa itu. Dugaan tindak pidana korupsi Vanath antara lain penggunaan dana blokir senilai Rp 4.138.598.887 dari total dana blokir Rp 12.084.742.669 (APBD 2006) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Bagian Keuangan Sekretariat Daerah.
  • Gunakan Gelar Ilegal, Bupati Seram Bagian Timur Dilaporkan Ke Polisi

    Jumat, 19 Oktober 2012 18:55:20
    1406 klik
    Bisnis KTI -- Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdullah Vanath dilaporkan ke polisi atas dugaan melakukan tindak pidana penggunaan gelar 'Magister Managemen Pemerintahan' (MMP) ilegal dari Universitas Teknologi Surabaya (UTS). Direktur SBT Media Centre, Abdul Djabar Tianotak, di Ambon, Jumat, menyatakan, Bupati Vanath dilaporkan bersama enam pejabat di Kabupaten SBT sebagai terlapor I. Sedangkan pimpinan UTS sebagai terlapor II. Terlapor II dilaporkan karena menyelenggarakan kelas jauh yang ternyata telah dilarang Kopertis Wilayah XII, sesuai surat edaran Dirjen Dikti maupun Direktur Kelembagaan Kemendiknas. Sedangkan terlapor I disebut tidak menjalani kuliah yang wajar, mengikuti ujian pada 25 Februari 2012, dan besoknya (26/2) diwisuda.
  • Masyarakat SBT Bakal Peroleh Kapal Roro dari Pempus

    Kamis, 26 April 2012 08:39:27
    1310 klik
    Moluken -- Impian masyarakat SBT untuk miliki Kapal Penyeberangan Perintis (KPP) akan terwujud di tahun 2012 ini. Kementerian Perhubungan RI memberikan satu unit KPP sesuai proposal Bupati Abdullah Vanath pada tahun 2011. Kapal berkapasitas 500 GT tersebut sudah selesai dibangun di Galangan PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia (PT. ASI). Pembangunannya didanai APBN Tahun Anggaran 2011-2012.
  • RSU Bula Suplai Oksigen ke Sejumlah RSU di Ambon

    Selasa, 17 April 2012 17:49:35
    1820 klik
    Moluken -- Di tengah krisis oksigen yang terjadi di sejumlah rumah sakit di kota Ambon, di Rumah Sakit Umum (RSU) Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, malah sebaliknya, mampu memproduksi oksigen melebihi kebutuhan yang ada. Menurut pihak RSU Bula, kapasitas produksinya pun tak tanggung-tanggung. Satu generator milik RSU Bula mampu menghasilkan kelebihan produksi oksigen. Karena kelebihan tersebut, RSU Bula telah menyuplai oksigen ke sejumlah rumah sakit di Ambon yang saat ini sementara dilanda krisis oksigen itu.
  • Mahasiswa Bula Tuntut Izin Kalrez Dicabut

    Selasa, 14 Juni 2011 17:42:42
    1152 klik
    Kompas -- Mahasiswa asal Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku yang tergabung dalam Majelis Pemuda Mahasiswa Seram bagian Timur berunjuk rasa di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (14/6/2011). Mereka menuntut agar Pemerintah mencabut izin Kalrez Petroleum Seram Limited sebagai operator penambangan minyak bumi di Bula. Unjuk rasa dilakukan setelah Kalrez dipandang lalai sehingga menyebabkan minyak tumpah dari tangki penampungan minyak ke Teluk Unjungbor, Bula, Kamis (9/6/2011) malam lalu.
  • Tumpahan Minyak di Bula, Pemerintah Tegur Kalrez Petroleum

    Selasa, 14 Juni 2011 17:41:14
    1455 klik
    Kompas -- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur menegur operator penambangan minyak bumi di Bula, Seram Bagian Timur, Maluku, Kalrez Petroleum Seram Limited yang lalai sehingga minyak dari tangki penampung tumpah ke Teluk Unjung bor, Bula. Minyak tumpah dari tangki penampung minyak di pesisir Teluk Unjungbor, sekitar pukul 22.00, Kamis (9/6/2011). Minyak tumpah ke saluran pembuangan warga sebelum kemudian terbawa air pasang laut ke Teluk Unjungbor, Bula. Kalrez mengklaim minyak yang tumpah tidak lebih dari tiga barel atau sebanyak 477 liter sedangkan menurut BP LH Seram Bagian Timur, minyak yang tumpah sekitar tujuh barel atau sekitar 1.113 liter.
  • Tambang Minyak Resahkan Warga di Seram Timur

    Senin, 21 Februari 2011 04:13:00
    1779 klik
    Kompas -- Pertambangan minyak bumi di Bula, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Timur, meresahkan sebagian warga Bula. Warga harus berulang kali mengungsi karena tercium bau gas atau saat terdengar bunyi ledakan dari flare stack, alat untuk membakar gas ikutan dari produksi minyak. Salah satu warga Desa Bula Air Fottolo, Kecamatan Bula, Seram Bagian Timur, Ali Gantikafara, Minggu (20/2), mengatakan, sejak pompa angguk dan alat membakar gas ikutan dibangun di desa itu dua tahun lalu, kenyamanan hidup warga terganggu. Lokasi pembangunan itu cuma sekitar 50 meter dari pemukiman warga di Bula Air Fottolo. Alat tambang itu milik perusahaan pertambangan Kalrez Petroleum. Kalrez juga memiliki puluhan pompa angguk yang tersebar di Kota Bula. Di desa ini ada sedikitnya 12 pompa angguk.
  • Massa Bakar Kantor DPRD Seram Bagian Timur

    Rabu, 21 Juli 2010 19:36:13
    1223 klik
    Indonesia Media -- Gesekan massa pendukung calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Seram Bagian Timur (SBT) mencapai puncak kemarin (20/7). Sekitar pukul 18.00 WIT kemarin, pendukung pasangan Abdullah Vanath-Siti Umaria Suruwaky dan pasangan Mukti Keliobas-Jusuf Rumatoras terlibat bentrok. Akibatnya, Kota Bula, ibu kota SBT, membara. Sumber di Polres Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, menjelaskan, dalam bentrok dua pendukung itu, kantor DPRD SBT dan kantor camat Bula ludes dibakar massa. Tiga unit rumah juga dibakar massa. Rumah itu milik Ketua Partai¬ Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) SBT Rusli, Kepala Bagian Umum Pemkab SBT Salim Bil Rahman, dan Udin Faud.
‹‹ 1 ››
Test Kit Demam Berdarah untuk Klinik

Places di Seram Bagian Timur

Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur

Minggu, 23 Juni 2013 22:46:10
Pulau Seram, pulau terbesar di Provinsi Maluku, semula merupakan wilayah satu kabupaten: Kabupaten Maluku Tengah. Laut Seram berada di sisi utaranya. Pada 2003, sisi barat dan sisi timur Pulau Seram dimekarkan menjadi dua kabupaten: Seram Bagian Bara...