Satu Indonesia, Berjuta Placesnya

Pengesahan APBD Lebong 2015, Dibandrol Rp 1,5 Miliar?

Rabu, 14 Januari 2015 19:01:36
1525 klik
Send to a friend   Print Version
Kupas Bengkulu -- Kabar tidak sedap menyelimuti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebong. Pasalnya, dalam pengesahan RAPBD menjadi APBD 2015, beredar informasi yang mengatakan adanya biaya gratifikasi untuk pengesahan tersebut.

Tak tanggung-tanggung, biaya yang diduga dibagikan kepada Badan Anggaran (Banggar) dan Anggota DPRD Lebong periode 2014-2019 mencapai Rp 1,5 miliar. Hal tersebut mencuat ke publik ketika salah satu anggota DPRD mengembalikan bingkisan kepada TAPD Lebong, pada saat rapat bersama antara Banggar dan TAPD Lebong mengenai hasil verifikasi Gubernur Bengkulu terhadap APBD. Belum diketahui secara pasti apa isi bingkisan yang kabarnya dikembalikan oleh anggota DPRD tersebut kepada TAPD Lebong.

Saat dikonfirmasi, Ketua TAPD yang merupakan Setda Lebong Mirwan Effendi yang saat itu tengah menuju ruang rapat Bupati untuk mengikuti rapat evaluasi HUT Lebong terkesan mengelak dan enggan dikonfirmasi terkait dengan kabar biaya gratifikasi tersebut. ''Saya tidak tahu soal hal itu,'' singkat Mirwan.
Test Kit Demam Berdarah untuk Klinik

Places di Bengkulu

Pemerintah Kabupaten Lebong

Jumat, 15 Nopember 2019 22:35:05
Kabupaten Lebong terbentuk lewat UU No 39 tahun 2009, sebagai pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong. Kota Tubei pun ditetapkan sebagai ibukota. Ada masalah? Kelihatannya tidak. Tapi sebenarnya ada masalah. Masalahnya adalah Tubei itu ada di mana, se...

Bandara Fatmawati Soekarno, Kota Bengkulu

Rabu, 24 Juni 2015 13:36:48
''Kalau beliau (Gubernur Bengkulu) mau mengusir saya, bilang saja sama Pak Jonan (Menteri Perhubungan),'' kata Indar Mustopo, Kepala Bandara Fatmawati Soekarno, pada 3 Maret 2015 lalu. Menhub Ignasius Jonan, pada 14 Maret 2015, pun bertandang ke Beng...

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong

Minggu, 31 Mei 2015 20:26:00
Sudah sejak 1993 Iskandar Zulkarnain bolak-balik ke Kabupaten Rejang Lebong. Ia meneliti batuan emas di sana. Jerih payahnya mengantarnya jadi Profesor di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan akhirnya jadi orang nomor satu di LIPI, mengganti...