Satu Indonesia, Berjuta Placesnya

Panen Raya di Dompu, Presiden Jokowi Naikkan Harga Beli Jagung

Sabtu, 11 April 2015 14:17:56
1444 klik
Send to a friend   Print Version
Dompu -- Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Iriana dan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melakukan panen raya jagung di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu siang (11/4). Kegiatan panen raya jagung dilakukan Presiden setelah menghadiri acara puncak kegiatan ┤Tambora Menyapa Dunia┤ dan peresmian Taman Nasional Gunung Tambora. Tampak mendampingi Gubernur NTB, M Zainul Majdi dan nyonya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPD Farouk Ahmad, dan Wakil Bupati Dompu, Muhammad Amin.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana tiba di lokasi panen raya jagung pada pukul 12:30. Namun Presiden tidak langsung menuju ladang jagung melainkan menyalami dan berdialog dengan warga, hal serupa dilakukan Ibu Iriana sebelum menuju ladang jagung. Setelah memetik jagung, Presiden kemudian membersihkan sampah di sekitar lokasi panen jagung diikuti Mentan Andi Amran Sulaiman dan Gubernur NTB. Dilanjutkan dialog di bawah tenda yang sederhana hanya beralas terpal plastik. Suasana sempat gaduh karena sebagian petani dan warga berebut memotret Presiden Jokowi dan Ibu Iriana.

''Bapak dan ibu saya minta duduk, nanti foto-fotoan. Saya dengar harga jagung turun maka saya ke sini karena saya dengar begitu,'' permintaan Jokowi mereka turuti yang kemudian duduk dengan tertib untuk berdialog dengan Presiden RI. ''Dibeli berapa sama PT?'' tanya Jokowi. Para petani menjawab serentak kalau jagung basah dihargai Rp1.700 per kg dan Rp2.400 per kg untuk jagung kering. Mendengar jawaban itu, Presiden Jokowi bertanya kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Bulog mengenai kemampuannya membeli jagung hasil panen petani.

Setelah bertanya ke sejumlah pihak, termasuk Menteri BUMN Rini Soemarno dan Wakil Bupati Dompu, Presiden Jokowi kemudian memutuskan, ''Ini keputusan di lapangan. Jadi, harga jagung basah diputuskan Rp2.050 per kg dan jagung kering Rp2.700,'' kata Jokowi yang langsung disambut tepuk tangan dan teriakan gembira dari para petani jagung.

Presiden juga menjawab keluhan petani menyangkut pengadaan benih, pupuk dengan harga yang tinggi 140rb/sak, dan disampaikan bahwa Menteri Pertanian akan membantu semua keluhan petani Dompu dan pupuk untuk tanaman seluas 20rb ha. ''Nanti ditagih. Nagihnya jangan ke saya, ke menteri lho ya,'' tutur Jokowi.

Sementara itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam menjawab pertanyaan wartawan mengatakan akan menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas jagung. Hal itu dinyatakan Amran setelah Presiden RI Joko Widodo meminta pihaknya menetapkan HPP Jagung sebagaiman telah ditetapkan Presiden secara lisan. Penetapan HPP tersebut, menurut Amran, merupakan bukti keseriusan pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan yang telah dicanangkan. Untuk saat ini, Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengalokasikan komoditas jagung di Dompu (NTB), Jeneponto (Sulawesi Selatan), dan di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Rencananya, provinsi Lampung akan menjadi sasaran berikutnya untuk komoditas jagung.

Selain penetapan harga jagung, Kementan pun siap membantu pertanian di NTB. Contohnya adalah perbaikan irigasi, pengalokasian benih, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan). Khusus untuk Dompu, pemerintah akan menggelontorkan 20.000 hektar plus benih dan pupuk gratis. Sementara untuk seluruh Indonesia, tercatat bantuan jagung disiapkan sebesar 1 juta hektar dengan benih dan pupuk yang juga gratis diperoleh petani.

''Ini merupakan bukti komitmen Kementan untuk kedaulatan pangan. Bantuan jagung sebesar 1 juta hektar itu terbesar sepanjang sejarah,'' ujar Amran.

Sementara terkait keluhan harga pupuk yang melambung tinggi, Amran menegaskan akan memperketat kinerja distributor. ''Kami sudah dapat laporan. Tolong diketati, tolong diperingatkan ke distributornya. Kalau masih berulah, ganti,'' tegas Amran.

Dalam wawancara dengan salah satu kelompok tani setempat /PPL, Taufiq menjelaskan bahwa kelompok tani jagung di kecamatan ini berjumlah 16 kelompok tani yg terdiri dari masing-masing kelompok mempunyai lahan kurang lebih 50 sampai dengan 90 ha. Varietas jagung yg dipanen oleh Presiden Jokowi di Kecamatan Mangelewa terdiri dari 5 varietas yaitu Bisi 2- 18, PAC 339, Pioner, DK77, NK 22 dan 99, dengan luas hamparan jagung 870 ha, sedangkan lokasi panen 76 ha.

Tampak hadir dalam acara Panen Raya di Dompu itu antara lain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, anggota DPD Farouk Muhammad, para pejabat dari Ditjen Tanaman Pangan Maman Suherman, Bambang Sugiarto, Syafrudin RB dan Andi Sholeh. (Subbag Hukum dan Humas Setdit Tanaman Pangan/RR)
Test Kit Demam Berdarah untuk Klinik

Places di Nusa Tenggara Barat

Bandara Internasional Lombok, Lombok Tengah

Rabu, 24 Juni 2015 10:21:21
Bandara Internasional Lombok. Ini nama kerennya. Nama resminya adalah Bandara Lombok Praya. Ketika bulan Juni 2015 ini muncul wacana alih pengelolaan bandara merugi dari PT Angkasa Pura I dan II ke Kementerian Perhubungan, namanya juga ikut muncul. S...

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat

Rabu, 27 Mei 2015 07:18:39
Gedung Kantor Bupati Lombok Barat yang bernuansa gedung US Capitol akhirnya rampung dan diresmikan pada April 2013. Dia berdiri megah di depan gedung kantor awal yang sudah ditempati sejak 2002. Dan keduanya terbilang akrab dengan aksi geledah KPK ...

Pemerintah Kabupaten Dompu

Selasa, 26 Mei 2015 16:19:18
April lalu Presiden Jokowi ke Kabupaten Dompu. Usai menghadiri puncak kegiatan ''Tambora Menyapa Dunia'' dan meresmikan Taman Nasional Gunung Tambora, Jokowi melakukan panen raya jagung di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggalewa. Panen raya itu meman...