Indonesia meets Google Places and Facebook Places
PT Conpac
Jumat, 11 Maret 2011 18:41:14
photo: centhini/indoplaces
Yang ditunggu tak kunjung datang, lapor saja ke polisi. Ini bukan soal pacar. Tapi soal satu kontainer berisi 4 roll lembaran aluminium (rigid container sheet). Karena tak kunjung datang juga ke pabrik yang menantinya di Cileungsi, padahal kontainer itu sudah keluar dari Terminal Peti Kemas Tanjung Priuk, sang pemilik pun --PT Conpac, PMA industri kemasan kaleng-- lapor ke polisi.

Ternyata tak butuh 'waktu lama'. Kontainer 20 feet tadi dilaporkan hilang pada 5 Maret 2010. Selang dua minggu, pada 17 Maret 2010, Polres Tanjung Priuk mengumumkan keberhasilannya meringkus 'Geng Kuncir' sebagai pelaku pencurian kontainer tadi. Ketua gengnya tak lain sang supir yang membawa kabur kontainer.

Alumunium lembaran satu kontainer tadi, yang biasa dipakai untuk membuat kaleng minuman ringan, kata polisi, harganya sekitar Rp 600 juta. Tapi oleh Geng Kuncir dijual ke pasar gelap hanya seharga Rp 200 juta.

Di jagad perkalengan, PT Conpac dikenal sebagai PMA investasi asal Hongkong. Pada 2008 perusahaan ini mengakusisi PT Arjuna Can, pabril three-pieces can. Pabrik milik Arjuna Can mampu memproduksi 350 juta kaleng per tahun. Saat diambil alih, kapasitas terpakainya sudah mencapai 250 juta kaleng.

PT Arjuna Can sendiri dimiliki ATP Group, alias PT Ancol Terang Metal Printing Industri.
PT Conpac
Jl. Raya Narogong Km 18
Desa Limusnunggal
Kecamatan Cileungsi - 16820
Kabupaten Bogor

Tel: 021-8230383, 021 8230384
Fax: 021-82498651


PT Ancol Terang Metal Printing Industri -- www.atpgroup.co.id