Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kabupaten Lamongan
Kamis, 27 Juli 2017 07:18:06
photo: kantor bupati lamongan / google street view
Maret 2016, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan panen raya jagung di lahan seluas 192 hektar di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Hasilnya: 7 ton per hektar. Pak Menteri senang. Bupati Lamongan H Fadeli juga senang. Tapi Pak Bupati tak mau kalah. Agustus 2016, ia terbang ke Iowa, AS, untuk berguru ilmu tanam jagung. Begitu pulang, ia langsung tanam jagung di lahan 100 hektar. Januari 2017 jagung dipanen. Hasilnya: 10,6 ton per hektar. Pak Bupati senang. Pak Mentan? Pak Menteri menawarkan bibit yang bisa menghasilkan 14 ton per hektar.

Ada persaingan di antara kedua pejabat tadi? Mungkin tidak. Kalau pun ada, juga tak apa. Toh itu semua demi memajukan jagad pertanian jagung. Dan bagi Bupati H Fadeli yang sedang menjalani periode kepemimpinannya yang ke-dua di Lamongan (2010-2015 dan 2016-2021), hal itu tentu jadi lebih penting lagi karena ia bertanggung jawab langsung atas nasib kabupatennya. Karena itu wajar kalau kesuksesan panen raya jagung Maret 2016 tidak membuatnya cepat puas. Ia masih ingin meningkatkan produksi pertanian, tanpa melakukan perluasan lahan pertanian. Maka, atas undangan KBRI di Washington, pada 30 Agustus 2016 Bupat Fadeli terbang ke Iowa, untuk berguru ilmu menanam jagung.

Di Iowa, negara bagian yang jadi sentra pertanian AS, Bupati Fadeli menghadiri Farm Progress Show 2016, pameran pertanian tahunan yang pada 31 Agustus - 1 September 2016 kebetulan diselenggarakan di Boone, Iowa. Juga, Pak Bupati mengunjungi perkebunan jagung, pusat penelitian jagung, Universitas Iowa, asosiasi jagung dan peternakan sapi, dan pabrik benih Pioneer, pabrik benih jagung milik DuPont, raksasa bisnis pertanian dan kimia asal AS. Sepanjang lawatannya ia ditemani langsung oleh Dubes RI Budi Bowoleksono dan dipandu Atase Pertanian KBRI Washington Rindayuni Triavini. Sementara sejak dari Indonesia, Pak Bupati ditemani Dr Ir Achmad Rahman MSc, peneliti Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian, yang pernah menjadi Atase Pertanian KBRI Washington di periode sebelumnya.

Apa ilmu yang didapat dari Iowa? ''Mereka mampu mencapai produktivitas jagung 11 sampai 16 ton per hektar,'' kata Bupati H Fadeli, yang sudah terlihat lagi di Lamongan pada 5 September 2016. Dan hari itu pula ia memproklamirkan pembentukan Kawasan Percontohan Pertanian Jagung Modern, alias demfarm, seluas 100 hektar. Lokasinya masih satu desa dengan dengan lokasi tempat Mentan Andi Amran Sulaiman memanen jagung: Desa Banyubang. Apa istimewanya desa ini? Simpel saja. Kementerian Pertanian pada Maret 2015 memang sudah meresmikan kehadiran Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro. Biasa disebut TTP Solokuro, taman atau kawasan ini merupakan satu dari 15 TTP yang dikembangkan Kementan untuk pusat penerapan teknologi dan inovasi pertanian. TTP Solokuro berspesialisasi pada teknologi pertanian penghasil beras dan jagung. Adapun tanah yang dipakai untuk demfarm bukanlah lahan TTP Solokuro, melainkan lahan warga setempat yang sepakat ikut proyek tanam jagung modern ini.

Mengapa proyeknya bisa begitu cepat? Baru pulang dari Iowa bisa langsung proklamasi demfarm jagung modern? Seperti biasa, program atau proyek seperti ini bisa bergeraj cepat karena ada pendukung atau sponsornya. Di Kabupaten Dompu, NTB, proyek tanam jagung yang menghasilkan 7,2 ton jagung per hektar terlaksana berkat dukungan PISAgro (Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture), organisasi yang beranggotakan antara lain sejumlah perusahaan multinasional di bidang pertaniam: Bayer Indonesia, Cargill Indonesia, Down AgroScience, East West Seed Indonesia, dan Syngenta Indonesia.

Adapun di Lamongan, seperti dibilang sendiri oleh Bupati Fadeli, aksi tanam jagungnya mendapat dukungan penuh dari CropLife Internasional, yang berbasis di Brussel, Belgia. Asosiasi yang beranggotakan perusahaan multinasinal produsen pestisida dan benih ini (DuPont, Bayer, Syngenta, FMC, Dow AgroScience, dan Monsanto) juga sudah punya perwakilan di Indonesia: CropLife Indonesia. Lembaga ini juga hadir saat proklamasi demfarm, yang berjanji memberikan dukungan penuh bagi penerapan bioteknologi dan teknologi modern untuk meningkatan produktivitas jagung Lamongan. Ketika proyek Lamongan sukses, CropLife Asia Tenggara mengajak Bupat Lamongan jadi pembicara dan berbagi kisah suksesnya di Pan-Asia Farmer Exchange Program ke-11 di Filipina, Maret 2017.

Pasca proklamasi, bupati Lamongan bergerak cepat mensosialisasikan demfarm jagungnya lewat Focus Group Discussion dan berbagai lokakarya. Dan yang paling penting, Bupati Fadeli juga menyusun roadmap pertanian jagung modern Lamongan. Tentu tidak disusun sendiri. Ia mempercayakan pembuatan roadmap kepada Prof Dr Ir Moh Cholil Mahfud, M.S, peneliti utama di bidang dalam bidang hama dan penyakit, dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. Profesor yang satu ini kebetulan juga bertugas sebagai penanggung jawab dan Koordiantor Lapangan TTP Solokura. Seiring sosialisasi, pada 13 Septermber 2016, bersama Wabup Kartika Hidayati, Bupati Fadeli mengirimkan 2 traktor besar roda empat ke Banyubang untuk membajak tanah hingga ke dalaman 20 cm, sesuai acuan bajak tahan yang ada di road map.

Sepekan kemudian, 20 September 2016, saat Temu Wicara Kontak Tani di kantornya, Pendopo Lokatantra, ia mengumumkan kesiapan PT Esa Sarwa Guna Adi Nata sebagai perusahaan yang akan menampung hasil panen jagung dan mengolahnya jadi pakan ternak. Pada Kontak Tani itu pula dihadirkan pakar pertanian dari Masbiopi (Masyarakat Bioteknologi Pertanian Indonesia ) yang memaparkan penerapan bioteknologi untuk efisiensi pertanian. Meski begitu, Ketua Komite Eksekutif Masbiopi Sidi Asmono juga mengingatkan penting peran kepala daerah dalam proyek jagung 10 ton itu, agar tidak mengulang nasib Provinsi Gorontalo: saat Fadel Muhammad jadi gubernur bisa menjadi icon jagung Indonesia, lalu senyap setelah Fadel Muhammad lengser. Profesor Cholil Mahfud juga bicara pada acara itu: memaparkan progres penyusunan road map. Tapi kali ini dia tak bicara sendirian, ia tampil bersama pakar yang dulu menemani Bupati Fadeli ke Iowa, mantan Atase Pertanian Achmad Rahman, yang akhirnya terlibat menyusun roadmap pertanian jagung modern.

Setelah banyak diskusi dan lokakarya, pada Oktober 2016 Bupati Fadeli mulai menanam jagung di lahan demfarm seluas 100 hektar. Kapan pasti nya jagung itu ditanam tidaklah diketahui. Yang jelas, 5 Oktober 2016, Bupati Fadeli dan Profesor Cholil Mahmud masih mensosialisasikan kepada para camat dan penyuluh pertanian. Dan pada 21 Oktober 2016, jagung sudah mulai terlihat tumbuh saat didatangi tamu dari Asosiasi Pembenihan Indonesia, yang diwakili sejumlah tokoh dari PT DuPont Pioneer Indonesia, PT Bayer Indonesia, dan PT Branita Sandhini (Monsanto Indonesia). Juga hadir Country Coordinator International Food Policy Research Institute-Program for Biosafety Systems (IFPRI-PBS), Sidi Asmono, yang sebelumnya pernah datang sebagai Ketua Komite Eksekutif Masbiopi. Para tamu ini ikut menebar pupuk bersama Bupati Fadeli.

Pada 11 November 2016, giliran Kepala Seksi Ekonomi Kedutaan Besar AS di Jakarta Jim Mullinax yang bertandang ke Desa Banyubang. ''Ingin melihat langsung perkembangan varietas jagung yang berasal dari perusahaan Amerika yang dikembangkan di Lamongan,'' bilang Jim Mullinax. Dan akhirnya, 9 Desember 2016, Bupati Fadeli, bersama Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Solahudin, yang juga Kepala Desa Banyubang, mengajak seluruh camat di Lamongan (27 camat), untuk meninjau tanaman jauh yang sudah tinggi, sekaligus mengajak para camat untuk ikut menanam sesuai road map pertanian jagung modern.

Akhirnya, 24 Januari 2017, Bupati Lamongan menggelar panen perdana jagung di lahan 100 hektar Kawasan Pertanian Jagung Modern Desa Banyubang. Sesuai syarat kemodernannya, panen dilakukan dengan mesin combine harvester. Pak Mentan hadir? Tidak. Cukup Dirjen Tanaman Pangan Kementerian RI, Nandang Sunandar saja yang datang, dengan ditemani CEO Monsanto Indonesia Ganesh Pamugar Satyagraha. Hasil panennya? Kalau dirata-rata 10,6 ton per hektar. Tapi karena lahan jagungnya masih berstatus percontohan atau demfarm atau demplot, ada 11 varietas jagung hibrida atau jagung hasil utak-atik bioteknologi yang ditanam di sana. 5 dari 11 varietas bibit itu bisa menghasilkan lebih dari 10 ton per hektar: ada yang di atas 12 ton dan 17 ton perhektar. Bibit buatan siapa?

Seperti bisa ditebak dari siapa yang datang, bibit yang bisa berproduksi bagus adalah buatan Monsanto. ''Benih Dekalb 959 cukup sukses ditanam di Lamongan ini dengan produktivitas mencapai 12,7 ton per hektar, kata Ganesh Pamugar Satyagraha. Kabarnya, Dekalb 959 atau DK959 menjadi pemegang rekor, alias tak ada yang 17 ton. Dan tak cuma satu, bibit buatan Monsanto lainnya, DK95, juga sukses menghasilkan 12,5 ton per hektar. Adapun petani yang lahannya di tanami si pemegang rekor DK959 adalah Ibu Hj Kasiami. Oleh Bupati Lamongan, seperti yang memang sudah dijanjikan bagi pencipta rekor, Hj Kasiami diberi hadiah satu buah kulkas.

Hanya beberapa hari setelah sukses panen perdana, 28 Januari 2017, Bupati Lamongan H Fadeli langsung memproklamirkan niatan yang memang sudah sering ia singgung: memperluas Kawasan Pertanian Jagung Modern --tanpa kata percontohan lagi-- menjadi 10.000 hektar, yang lahannya tersebar di 12 kecamatan. Adapun total luas lahan jagung di Lamongan pada 2017 ini --yang memang sudah tak asing dengan Jagung-- ditargetkan mencapai 65.250 hektar. Pencanangan perluasan itu ditandai dengan penanaman bibit jagung di lahan yang empat hari sebelumnya baru saja di panen. Rasionalkah lonjakan dari 100 hektar ke 10.000 hektar? Bupati Fadeli yakin karena sudah ada road map-nya. Dan untuk menunjang itu semua, Bupati Fadeli juga membuatkan payung hukumnya: SK Bupati Nomor 188/56/2017 tentang Penetapan Kawasan Jagung di Kabupaten Lamongan; dan SK Bupati Nomor 188/57/2017 tentang Penetapan Demfarm Jagung Modern di Kabupaten Lamongan.

Mentan Andi Amran Sulaiman, yang kabarnya belum sempat menengok kebun Jagung Lamongan, juga yakin pada proyek lahan jagung modern Lamongan yang 10.000 hektar. Pada 7 Maret 2017, saat datang lagi ke Lamongan untuk melakukan panen raya beras di Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, ia sanggup membantu penyediaan bibit untuk lahan 10.000 hektar itu. ''Kami siap kasih benih jagung dengan varietas yang memiliki potensi produktivitas antara 9 hingga 14 ton per hektar. Tidak hanya untuk 10 ribu hektar, tapi 15 ribu hektar. Anggarannya sudah siap,'' kata Andi Amran Sulaiman.

Tak cuma itu, Mentan juga mencanangkan tekad untuk menjadikan Lamongan sebagai pusat atau lumbung benih jagung, termasuk benih untuk diekspor. Benih buatan siapa? Pak Mentan tak bilang. Yang jelas, benihnya sudah diuji coba di Lamongan. ''Uji coba benih jagung yang ditanam di Desa Tritunggal hasilnya antara 10 dan 15 ton per hektare,'' kata Mentan. Kalau harus menebak, kemungkinan bibit itu adalah Nasa 29 (Nakula Sadewa 29), buatan Balitbang Pertanian, yang sukses menghasilkan 13,4 ton per hektar saat di uji coba di NTB. Tapi pada uji coba di Lamongan, hanya 11,2 ton per hektar.

Lantas, setelah panen perdana, adakah panen kedua? Tak usah ragu. Program Pertanian Jagung Modern Lamongan benar-benar berlanjut. Panen ke-dua di Desa Bayubang berlangsung 29 April 2017, dengan dihadiri Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Hasil panennya? ''Alhamdulillah.... Kalau kemarin hanya 10,6 ton, di panen jagung ke dua ini bisa sampai 11,8 ton per hektar. Peningkatan yang luar biasa,'' kata Bupati Lamongan H Fadeli.
Pemerintah Kabupaten Lamongan
Jl. KH Ahmad Dahlan No.1 (Jl. KH Hasyim Ashari No. 1)
Kelurahan Jetis
Kecamatan Lamongan
kabupaten Lamongan
Jawa Timur

Tel: 0322-322001, 321002

Website: www.lamongankab.go.id


Pendopo Lokatantra
Jl. Ahmad Yani No .1
Kelurahan Jetis
Kecamatan Lamongan
kabupaten Lamongan
Jawa Timur
Kecamatan di Kabupaten Lamongan:
1. Sukorame
2. Bluluk
3. Ngimbang
4. Sambeng
5. Mantup
6. Kembangbahu
7. Sugio
8. Kedungpring
9. Modo
10. Babat
11. Pucuk
12. Sukodadi
13. Lamongan
14. Tikung
15. Sarirejo
16. Deket
17. Glagah
18. Karangbinangun
19. Turi
20. Kalitengah
21. Karanggeneng
22. Sekaran
23. Maduran
24. Laren
25. Solokuro
26. Paciran
27. Brondong
Places TerdekatKm
Pendopo Lokatantra 0,259
G-Walk CitraLand Surabaya 32,402
Supermal Pakuwon Indah 34,205
Apartemen Pakuwon Indah 34,218
Pakuwon Indah 34,392
SPBU Shell Pakuwon 34,413
Kota Satelit Darmo 34,468
Stella Mobili: The Mini Chrysler Building 34,490
The Adhiwangsa Golf Residence 34,552
Banana King - Sentra Darmo Villa 34,554
Hotel TerdekatKm
Elresas Hotel, Kabupaten Lamongan 0,075
Mahkota Hotel, Kabupaten Lamongan 0,101
Grand Kalimas Hotel, Kota Surabaya 37,911
Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Tunjungan City, Surabaya 38,968
Tunjungan Hotel, Tunjungan, Surabaya 39,148
Swiss-Belinn Tunjungan, Tunjungan, Surabaya 39,200
Garden Palace Hotel, Kota Surabaya 39,831
Sulawesi Gorontalo Hotel, Kota Surabaya 39,928
Sulawesi Kertajaya Hotel, Kota Surabaya 41,177
The Sun Hotel, Kabupaten Sidoarjo 48,852
Berita Lamongan
Bupati Lamongan Minta Petani Tingkatkan Produksi Tebu 100 Ton per Hektar
Belajar Usaha dari Mantan Bupati Lamongan H.R. Mohammad Faried
Bupati Lamongan Resmikan 210 Jamban Sehat
Bupati Fadeli Resmikan Gedung Kembar RSUD Dr. Soegiri Lamongan
Bupati Lamongan Berbagi Ilmu Menanam Jagung di Filipina
Lukman Hakim Resmikan Sekolah Tinggi Ilmu Alquran dan Sains
Perkuat Ketahanan Pangan, BI Resmikan Rumah Kedelai di Lamongan
Konjen Jepang Resmikan MTs Di Hadiri Bupati Lamongan
Menristekdikti Resmikan Agri Sains Techno Park di Unisla
Bupati dan Wakil Bupati Lamongan Dilantik 17 Februari