Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kota Cilegon
Rabu, 17 Mei 2017 21:16:38
photo: pemkot cilegon / google street view
Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi, pada 4 September 2016, resmi menjadi ketua DPD Golkar Kota Cilegon, menggantikan Tb Aat Syafaat. Dua bulan kemudian, 10 November 2016, tokoh yang ia gantikan itu, yang sempat dibui selama 3,5 tahun karena kasus korupsi, meninggal dunia. Tubagus (Tb) Iman Ariyadi sedih? Sudah Pasti. Soalnya, Aat Syafaat tak lain adalah ayahnya sendiri. Sang ayah dulu juga walikota Cilegon (2005-2010). Pada periode berikutnya, 2010-2015, sang anak yang jadi walikota. Adapun sekarang, Iman Ariyadi sedang menjalani periode kepemimpinan ke-dua, 2016-2021.

Sebagaimana putranya, almarhum Tubagus Aat Syafaat juga memimpin Kota Cilegon selama dua periode: 2000-2005 dan 2015-2010. Saat ia sudah turun dari jabatan sebagai walikota, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai meliriknya. Buntutnya, 25 Mei 2012, Aat Syafaat resmi ditahan di penjara Cipinang, terkait kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga Pelabuhan Kubangsari, Cilegon, tahun 2010, senilai Rp 49 miliar. Setelah melalui berbagai sidang, pada 7 Maret 2013 majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang menjatuhinya vonis penjara 3 tahun 6 bulan, lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK yang 6 tahun penjara.

Tak cuma dipenjara, Aat Syafaat juga diharuskan membayar denda Rp 400 juta dan mengganti kerugian negara sebesar Rp 7,5 miliar. Tanpa perlu menunggu lama, mantan Walikota Cilegon ini pun mulai mencicil pembayaran denda dan kerugian negara kepada KPK. Pada 27 Maret 2013, denda Rp 400 juta ia lunasi. Sehari kemudian, ia menyetor Rp 3 miliar kepada KPK untuk membayar kerugian negara. Pada 1 April 2013, Rp 3 miliar lagi ia setorkan. Sehari kemudian, setelah KPK membuka blokir terhadap rekening Aat Syafaat di Bank BJB Cabang Cilegon, sisa kerugian negara yang Rp 1,5 miliar pun dibayarkan.

Tepat 12 Desember 2015, Aat Syafaat menyelesaikan statusnya sebagai penghuni LP Klas IIA Serang. Tokoh yang tetap menyandang status sebagai ketua DPD Golkar selama dipenjara ini bebas dari penjara. Bebas murni. Sang anak tentu senang. Tapi, sang anak sudah tak lagi jadi walikota. Jabatan walikota yang ia emban sejak dilantik pada 19 Juli 2010, sudah berakhir pada 20 Juli 2015. Gubernur Banten Rano Karno pun sudah menunjuk Suyitno sebagai pejabat sementara Walikota Cilegon. Meski tak lagi jadi walikota, bukan berarti sang anak, Iman Ariyadi, tak ada kesibukan. Saat itu ia sedang menunggu kepastian kemenangannya sebagai calon Walikota Cilegon, seusai pilkada serentak 9 Desember 2015.

Akhirnya, 16 Februari 2016, Gubernur Rano Karno melantik Tubagus Iman Aryadi sebagai Walikota Cilegon untuk periode yang ke-dua: 2016-2021. Walhasil, jika Iman Ariyadi bisa merampungkan kepemimpinan periode ke-dua, berarti Kota Cilegon dipimpin oleh orang-orang dari satu keluarga selama 20 tahun.
Pemerintah Kota Cilegon
Jl. Jenderal Sudirman No 3
Kota Cilegon
Banten

Tel: 02254-380577
Fax: 02254-398902

Website: www.cilegon.go.id
Kota Cilegon, dulu Kotamadya Daerah Tingkat II Depok, terbentuk lewat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999. Undang-undang ini juga membentuk Kotamadya Daerah Tingkat II Depok, atau Kota Depok.

Kecamatan di Cilegon:
1. Cibeber
2. Purwakarta
3. Ciwandan
4. Citangkil
5. Cilegon
6. Jombang
7. Grogol
8. Pulomerak