Satu Indonesia Berjuta-berjuta Placesnya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

JNE Express, Tomang Raya, Jakarta Barat

Selasa, 24 Juli 2018 18:24:13
photo: jne express / indoplaces

JNE menikmati lonjakan pengiriman hingga 130 persen, kata Presiden Jokowi, ketika bebicara dengan para pengusaha Kadin, Oktober tahun silam. Itu dampak dari semakin gemarnya masyarakat berbelanja online. Benarkah? Dua pekan kemudian, Presdir JNE Mohamad Feriadi berani meralat ucapan Jokowi. Menurutnya, angka satu pada persentase yang disebut Jokowi mestinya dihilangkan, alias hanya 30 persen. Meski begitu ia bisa sepakat dengan Jokowi yang berpendapat soal tak adanya penurunan daya beli masyarakat. Yang terjadi adalah pergeseran belanja masyarakat ke medium digital.

Sebenarya bukan hanya JNE yang disebut Jokowi. Angka itu dipetik Jokowi dari 3 pelaku bisnis kurir domestik yang populer: PT Pos Indonesia, TIKI, dan JNE. ''Kami mengalami peningkatan, tapi tidak sebesar yang disebutkan Beliau. Peningkatan kami sebesar 30% dalam beberapa tahun terakhir,'' kata Mohamad Feriadi, putra pendiri JNE Soeprapto Soeparno. Bos JNE ini lantas mengungkap sedikit sumber pendapatan usahanya: 35 persen pendapatan berasal konsumen retail toko online, 35 persen lagi dari konsumen retail biasa, dan 30 persen sisanya dari pengiriman barang milik korporasi.

JNE merupakan sebutan singkat bagi PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir. Almarhum Soeprato Soeparno mendirikannya pada 1990 bersama H M Johari Zein sebagai anak perusahaan PT Citra Van Titipan Kilat. Perusahaan baru ini diniatkan menjadi unit bisnis yang menangani bisnis kurir dan kargo internasional. Tapi beberapa tahun kemudian, dan hingga sekarang, perusahaan ini malah getol menggeluti usaha kurir domestik yang jadi lahan bisnis utama ''perusahaan induk''-nya.

Bagi generasi lama, nama CV Titipan Kilat tentu amat tidak asing. Perusahaan ini dibangun Soeprapto Soeparno bersama sang istri, Nuraini Soeprapto, pada 1967. Seiring masuknya investor, perusahaan kurir ini dibadanhukumkan menjadi PT Citra Van Titipan Kilat pada 1970, tapi dengan tetap menggunakan nama lama sebagai brand. Di era 1980-an, barulah singkatan ''Tiki'' mulai diperkenalkan. Singkatan Tiki juga dipakai pada nama anak perusahaan yang kini jadi pesaing kuatnya. Sejak September 2017, Tiki dipimpin Titi Oktarina, menggantikan Yulina Hastuti, putri yang menjabat Direktur Utama setelah Soeprapto Soeparno berpulang pada 24 Juni 2015.

Peta & Citra Satelit

TIKI-JNE

JNE Express
PT TIKI Jalur Nugara Ekakurir
Jl. Tomang Raya No. 11
Kelurahan Tomang
Kecamatan Grogol Petamburan
Jakarta Barat
DKI Jakarta

Tel: 021-5665262
Fax: 021-5671413

Website: www.jne.co.id

Apa Beda JNE dengan TIKI?

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir, di awal kiprah bisnisnya, menggunakan sebutan singkat Tiki JNE. Walhasil sempat terjadi banyak kerancuan antara Tiki dan Tiki JNE. Buntutnya, perusahaan ini belakangan mempopulerkan sebutan JNE saja, tanpa embel-embel Tiki. Dan sekarang, kalau mau melihat gedung kantor pusatnya di Tomang Raya, Jakarta Barat, atau datang ke websitenya, perusahaan ini lebih suka melabeli diri dengan sebutan 'JNE Express'. Nama ini sebenarnya juga merupakah salah satu nama layanan utamanya, selain dua jasa lainnya lagi: JNE Logistics dan JNE Freight.

Ketika ditanya apa beda JNE dengan Tiki, Johari Zein --saat menjabat sebagai managing director atau CEO JNE sejak berdiri hingga 2015, sementara Soeprapto Soeparno memimpin Tiki-- bilang kalau perbedaan utamanya terletak pada semangat dan jiwa mudanya. Untuk bersaing di bisnis logistik internasional, yang jadi niatan awal, JNE perlu orang muda dengan semangat muda pula. Walhasil, di JNE, rata-rata karyawan berusia 25 tahun, sementara karyawan yang sudah tua ditarik ke back-office.

Sekarang Johari Zein tak lagi memimpin JNE. Ia menjadi presiden komisaris. Salah satu PR yang ia tinggalkan adalah menjadikan JNE sebagai perusahaan publik. Akankah, Mohammad Feriawan, putra sulung Soeprapto Soeparno yang sekarang jadi direktur utama, bisa mempublikkan JNE? Kita tunggu saja. Yang pasti, pria yang bergabung dengan JNE sejak 1996 ini bukan sosok sembarangan. Bergelar MBA dari Oklahoma University, sejak bergabung ia langsung mendapat tugas mengembangkan jaringan bisnis kurir domestik JNE ke seluruh nusantara.