Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu
Jumat, 10 Maret 2017 19:40:08
photo: dindakh kapuas hulu
Akhir Januari 2017 lalu, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir meresmikan gedung baru Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air. Meski lambat penyelesaiannya, dan masih ada beberapa fasilitas yang masih harus ditambahkan, ia senang akhirnya gedung bagus dan megah itu bisa rampung. Ia pun menilai gedung baru itu lebih bagus dari gedung dinas dan kantor lain di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu. Dan dengan diresmikannya kantor baru Dinas PU, kata Bupati AM Nasir, berarti hanya tinggal satu gedung pemkab saja yang ''tinggal menunggu roboh''. Gedung apa? Gedung Kantor Bupati. Serius?

Itu mungkin sekedar humor AM Nasir, bupati yang sejak awal 2016 lalu, untuk ke-dua kalinya, memimpin Kabupaten Kapuas Kulu, Kalimantan Barat. Tapi fakta sesungguhnya mungkin kurang lebih begitu. Gedung kantor bupati yang sekarang memang terlihat amat klasik dan jadul. Masak sih bupati dua periode tak bisa membangun kantor baru dan cantik untuk diri sendiri? Usaha sih ada, tapi tak terlaksana. Pada kuartal terakhir 2011, proyek pembuatan fondasi gedung kantor bupati sudah dimulai, tapi kontraktornya ternyata tak sanggup menyelesaikan pekerjaan bernilai Rp 19,67 miliar itu. Adapun biaya pembangunan secara keseluruhan dirancang sebesar Rp 123 miliar.

Proyek pembangunan Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, yang berada di Desa Sibau Hilir, Kecamatan Putussibau Utara, memang dimulai di akhir 2011. Masyarakat pun mendukungnya. Pada 5 Novermber 2011, misalnya, masyarakat Suku Dayak Taman di Sibau Hilir menggelar upacara adat 'Pamindara' untuk meminta restu dari para leluhur dan roh-roh para pendahulu, dan agar mereka tidak menggangu proyek pembangunan kantor bupati, serta melancarkan proyek yang akan dilaksanakan PT Citra Bangun Adigraha.

Saat proyek dimulai, masyarakat tahu kalau lahan seluas 32 hektar yang diperuntukkan bagi Komplek Perkantora Pemda KKH itu masih dalam sengketa. Padahal penyiapan lahan sudah dilakukan sejak lama, oleh bupati periode sebelumnya, Abang Tambul Husin, lewat SK Bupati No 24 tahun 2006, bertanggal 15 Februari 2006. Dan akhirnya, proyek penyiapan lahan itu jadi wahana 'korupsi berjamaah' oleh banyak oknum aparat pemkab bersama mitra kerja swastanya. Para tersangka korupsi pun akhirnya mulai ditangkapi pada Juli 2014, termasuk Daniel alias Ateng, yang jadi sosok sentral.

Daniel alias Ateng tak lain adalah orang yang menyediakan tanah seluas 32 hektar tadi, yang sebagian besar masuk wilayah Desa Pala Pulau. Ia mendapatkan tanah tersebut dari banyak pihak dan kemudian menjualnya kepada Pemkab Kapuas Hulu. Saat menangkap Daniel, pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menyebut Daniel alias Ateng dan rekan-rekannya merugikan negara senilai Rp 1,7 miliar. Proses pengadilan tindak pidana korupsinya berjalan panjang dan akhirnya sampai di Mahkamah Agung (MA). Pengadilan final ini, pada 2 November 2015, akhirnya menetapkan Daniel Alias Ateng bersalah telah melakukan tindak pidana 'korupsi secara bersama-sama', menjatuhkan pidana penjara 6 tahun, denda 200 juta, serta membayar uang pengganti Rp 1,699 miliar.

Sekarang, persoalan tanah mungkin sudah beres. Satu demi satu gedung dinas dan kantor di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu mulai berdiri, diresmikan, dan dihuni. Selain gedung Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kapuas Hulu, Bupati AM Nasir juga sudah meresmikan, pada 1 Maret 2017, gedung Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kapuas Hulu. Kapan gedung untuk Pak Bupati akan dibangun? Entahlah. Yang pasti, meski menempati gedung jadul, ruang kerja Pak Bupati masih terus dipoles dan dipercantik. Dan biaya polesnya, seperti yang terbaca di info lelang proyek 2016, tak bisa dibilang kecil: Rp 497,1 juta.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu
Jl. Antasari No.2
Putussibau Utara
Putussibau - 78711
Kabupaten Kapuas Hulu
Kalimantan Barat


Tel: 0567-21003, 21252, 21402, 21403
Fax: 0567-21397, 21406

Website: www.kapuashulukab.go.id
Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu

  1. Putussibau Utara
  2. Putussibau Selatan
  3. Bika
  4. Kalis
  5. Mentebah
  6. Boyan Tanjung
  7. Pengkadan
  8. Hulu Gurung
  9. Seberuang
  10. Semitau
  11. Suhaid
  12. Selimbau
  13. Jongkong
  14. Bunut Hilir
  15. Bunut Hulu
  16. Embaloh Hilir
  17. Embaloh Hulu
  18. Batang Lupar
  19. Badau
  20. Empanang
  21. Puring Kencana
  22. Silat Hilir
  23. Silat Hulu