Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kota Batu
Minggu, 30 Juli 2017 14:24:26
photo: kantor walikota batu
Kota Batu, Jawa Timur, ikut menggelar pilkada serentak 15 Februari 2017. Walikota Batu Eddy Rumpoko, yang sudah memimpin Kota Batu dua periode sejak 2007, tentu tak bisa ikut lagi. Masa baktinya akan berakhir Desember mendatang. Siapa penggantinya, yang menang pilkada Februari lalu? Bukan orang jauh. Orang amat dekat. Dewanti Ruparin Diah, alias Dewanti Eddy Rumpoko, istri sang walikota sendiri. Bagi sang istri, pilkada Kota Batu merupakan ajang pertarungan pilkada ke-tiga. Tahun 2015, ia kalah pilkada Kabupaten Malang. Sebelumnya lagi, ia gagal jadi Walikota Malang.

Dewanti Rumpoko, selain menjadi ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu, juga dikenal sebagai dosen Fakulatas Psikologi, Universitas Merdeka, di Kota Malang. Pekerjaannya itu selaras dengan gelar Master Psikologi Pendidikan yang diraihnya di Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, tahun 2001. Sebelumnya, alumni SMAN 1 Jakarta yang lahir di Ampenan, 13 Desember 1962, ini meraih gelar Sarjana Pendidikan pada tahun 1987 dari IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta).

Ketika menjadi calon Bupati Malang pada pilkada serentak 2015, istri Walikota Batu ini menjadi kandidat bupati terkaya dengan kekayaan Rp 17,4 miliar. Ketika ikut pilkada Kota Batu, kekayaan Dewanti naik jadi Rp 21,17 miliar. Tapi ia bukan calon walikota terkaya. Kekayaannya kalah jauh dari calon walikota lainnya: H Hairuddin, pengasuh dan pengajar Pondok Pesantren An-Nur 2, Bululawang, Kabupaten Malang. Pak Kyai yang biasa disapa Gus Din ini, yang menikah dengan putri Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur 2, punya kekayaan Rp 45,3 miliar.

Yang menemani Dewanti Rumpoko sebagai calon walikota adalah Punjul Santoso, politikus yang sekarang masih menemani suaminya sebagai Wakil Walikota Batu. Keduanya sama-sama kader PDI-Perjuangan. Dengan didukung Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera, keduanya menang telak di pilkada serentak. Hasil penghitungan cepat di hari pilkada 15 Februari 2017, pasangan ini menang dengan perolehan suara 41,72 persen. Pada hasil final, yang diumumkan 5 April 2017 setelah MK memutuskan untuk menolak sengketa pilkada Batu, keduanya dinyatakan sah menang pilkada dengan meraih 44,57 persen dari 116.124 total suara yang sah.

Dewanti dan Punjul masih harus menunggu lama pelantikan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Batu periode 2017-2021. Soalnya, dulu Eddy Rumpoko dilantik sebagai walikota Kota Batu periode kedua pada 26 Desember 2012. Artinya, baru pada sekitaran tanggal 26 Desember 2017 Dewanti dan Punjul akan dilantik. Lantas, setelah Dewanti kelak jadi walikota, apa yang akan dikerjakan Eddy Rumpoko? ''Bapak akan kembali ke dunia usaha,'' kata Dewanti Rumpoko, merujuk bisnis properti yang dulu ditekuni suaminya.

Lantas, apa saja kiprah Eddy Rumpoko selama 10 tahun memimpin Kota Batu? Saat melantiknya sebagai walikota pada 2012, Gubernur Jatim Soekarwo memuji keberhasilan Eddy Rumpoko menurunkan jumlah penduduk miskin pada periode pertama kepemimpinannya. Sedangkan pada periode ke-dua, Eddy Rumpoko disebut berhasil menjadikan kota Batu --yang baru menjadi kota otonom lewat Undang-undang No 11 tahun 2001, sebagai pemekaran dari Kabupaten Malang-- menjadi ikon pariwisata Jawa Timur. Hebatnya, prestasi pariwisata itu dihadirkan dengan tetap menjadikan Kota Batu sebagai daerah pertanian. Maju dengan tetap mempertahan kedesaannya. Maju tanpa menjadi kota metropolitan, bilang Cak Nun, alias Emha Ainun Nadjib, pada Pengajian Maiyah yang digelar di Balai Kota Among Tani, Juni silam.

Perlu bukti kongkrit? Balai Kota Among Tani bisa jadi bukti. Balai Kota Among Tani adalah nama komplek perkantoran terpadu Pemkot Batu yang baru. Penggunaan nama ''Among Tani'' menjadi simbol keberpihakan kepada para petani dan dunia pertanian. Kepariwisataanya? Balai kota itu sendiri yang sekarang dijadikan obyek wisata dan sarana wisata. Eddy Rumpoko meresmikannya pada 4 Januari 2016. Tapi, yang diresmikan ketika itu adalah fungsinya sebagai perkantoran terpadu atau block office bagi berbagai SKPD dan juga bagi bupati. Disusul kemudian peresmian Masjid Brigjen Soegiono, di sisi barat, oleh KH Ustadz Yusuf Mansyur pada 1 Juni 2016. Nama mesjid itu dipetik dari nama Bupati Malang (1973-1983), yang tak lain adalah ayah Eddy Rumpoko sendiri. Berbagai peresmian lain pun terus bersusulan. Tapi, tetap saja yang namanya Balai Kota Among Tani belum diresmikan. Eddy Rumpoko masih menunggu kesediaan Presiden Jokowi meresmikan proyek bernilai Rp 300 miliar itu. Hingga Desember 2016 tercatat sudah 3 kali Balai Kota Among Tani gagal diresmikan karena Jokowi selalu gagal datang ke Kota Batu.

Sekarang sudah diresmikan? Ternyata Jokowi masih belum mau mampir ke Kota Batu juga. Padahal, Jokowi setidaknya sudah 3 kali bolak-balik ke Kota Malang pada 2017 ini. Pada 24 Mei 2017, Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Kota Malang, yang antara lain untuk membagikan 10.038 sertifikat tanah gratis dan menghadiri pengukuhan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin sebagai guru besar honoris causa Universitas Islam Negeri Maliki. Lalu, 3 Juli 2017, Jokowi datang lagi ke Kota Malang untuk menghadiri Kajian Ramadhan PW Muhammadiyah Malang di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sekaligus pengukuhan dirinya sebagai 'Keluarga Kehormatan UMM', yang ditandai dengan pemasangan Jas Merah yang jadi jas almamater UMM. Dan akhirnya, 20 Juli 2017, Jokowi datang lagi untuk menutup Rakernas Apeksi 2017 (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) di Hotel Savana, Kota Malang.

Walikota Batu Eddy Rumpoko dikabarkan hadir juga pada Rakenas Apeksi itu. Setidaknya saat Welcome Dinner yang berlangsung 18 Juli 2017. Hadir juga saat penutupan? Sempat merayu Jokowi agar mau meresmikan Balai Kota Among Tani?
Pemerintah Kota Batu
Jl. Panglima Sudirman No. 507
Desa Pesanggrahan
Kecamatan Batu
Kota Batu
Jawa Timur

Tel: 0341-591032

Website: www.batukota.go.id

Link:
Dewanti Institute - www.dewantiinstitute.com
Kota Batu menjadi kota otonom lewat UU No. 11 tahun 2001, sebagai pemekaran dari Kabupaten Malang. 3 kecamatan di belahan utara Kabupaten Malang diambil jadi wilayah pembentuknya: Batu, Junrejo, dan Bumi Aji. Sebelum jadi kota otonom, Batu juga sudah pernah menjadi kota administratif lewat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1993. Wilayah yang membentuknya juga ketiga kecamatan tadi. Hingga 2017 ini, jumlah kecamatan di Kota Batu masih belum bertambah.
Places TerdekatKm
Kendedes Gallery, Malang 9,421
SMKN 1 Singosari, Kabupaten Malang 16,690
Ijen Nirwana Residence 16,980
Hino Singosari, PT Indomobil Prima Niaga 17,050
Pesarean Gunung Kawi, Wonosari, Kabupaten Malang 17,606
Klenteng Dewi Kwan Im, Gunung Kawi, Kabupaten Malang 17,618
Kantor Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang 18,001
Toko Oen - Malang 18,118
Gramedia - Malang 18,135
McDonald's - Sarinah Malang 18,158
Hotel TerdekatKm
Kartika Wijaya Hotel, Kota Batu 0,234
Santana Hotel, Kepanjen, Kabupaten Malang 29,860
Cakra Residence Hotel, Turen, Kabupaten Malang 39,200
Patria Plaza Hotel, Kota Blitar 45,614
Yusro Hotel & Convention, Kabupaten Jombang 45,646
Patria Palace Hotel, Kota Blitar 46,410
Tugu Blitar Hotel, Kota Blitar 46,568
The Sun Hotel, Kabupaten Sidoarjo 51,219
Sulawesi Kertajaya Hotel, Kota Surabaya 70,264
Istana Hotel, Kabupaten Tulungagung 70,695
Berita Kota Batu
Wali Kota Batu Izinkan Mobil Dinas Dipakai Mudik
Walikota Batu Ingin APBD Bisa Dipakai untuk Sepakbola Lagi
Kota Batu di Bawah ''Dinasti'' Rumpoko
Dewanti Rumpoko - Punjul Menang Telak di Pilkada Kota Batu
Ini Dia Kekayaan Empat Paslon Peserta Pilwali Batu
Alasan Istri Wali Kota Batu 'Bertarung' di Pilkada 2017
Dewanti Maju ke Pilkada Kota Batu Gantikan Suaminya yang Sudah Dua Periode Menjabat
Wali Kota Batu Eddy Rumpoko Ditunjuk Pimpin PDIP Kabupaten Malang
Gubernur Jatim Lantik Walikota Eddy Rumpoko
Walikota Batu Bantah Pernah Menikahi Aprilia