Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kabupaten Magetan
Kamis, 18 Mei 2017 21:34:23
photo: pendopo surya graha / google steet view
Delapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan menggunakan dua mobil MPV, ketahuan berkeliling wilayah Kabupaten Magetan pada 31 Oktober 2016. Mereka juga sempat mampir ke kantor Kejaksaan Negeri Magetan. Mengetahui hal ini, keesokan harinya, Bupati Magetan H Sumantri langsung mengumpulkan para pejabat SKPD di kantornya, Pendopo Surya Graha, dan marah-marah. Baru didatangi penyidik saja sudah marah-marah? Bagaimana kalau yang datang ketua KPK sendiri? Kalau yang ini, Pak Bupati tak marah. Soalnya, Ketua KPK Agus Rahardjo adalah pria kelahiran Magetan.

Agus Rahardjo memang asli Magetan. Ia lahir, besar, dan sekolah hingga SMA di Magetan. Pada 13 Mei 2016, atau setengah tahun setelah resmi diangkat Presiden Jokowi menjadi ketua PKK pada 21 Desember 2015, ia datang ke Magetan. Ada kasus? Tidak. Ia datang ke sana untuk menghadiri reuni akbar SMAN 1 Magetan, tempat ia dulu bersekolah. Sebagai orang top, tokoh asal Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, ini didapuk untuk berbicara dan memotivasi para siswa agar bisa berprestasi lebih baik lagi dari para seniornya.

''Kalau sekarang sudah ada yang berpangkat bintang tiga, nanti harus ada yang berbintang empat,'' kata Agus Rahardjo, merujuk alumni ber-'bintang tiga', yang hari itu hadir bersamanya: Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Ismono Wijayanto. Tokoh yang terakhir ini, karena masuk masa pensiun, pada 4 Oktober 2016 digantikan oleh Marsekal Madya TNI Hadi Tjahjanto. Tak lama jadi Irjen, pada 8 Januari 2017, Hadi Tjahjanto, yang asli Malang, diangkat jadi Kepala Staf TNI-AU (KSAU) dan pangkatnya naik menjadi bintang 4.

Tak diketahui apakah Agus juga mengajak para siswa SMAN 1 Magelang untuk ramai-ramai sekolah hukum, agar bisa jadi ketua KPK di masa mendatang, yang kualitasnya lebih baik dari dirinya. Mungkin tidak. Soalnya, Agus Rahardjo sendiri bukan orang berlatar belakang pendidikan hukum. Dia insinyur alumni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, yang kemudian bekerja di Bappenas. Kalau ia kemudian jadi jago dalam mengusut korupsi pejabat pemerintah, itu karena, sebelum jadi Ketua KPK, dia adalah pendiri dan sekaligus kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sejak 2010.

Lantas, bagaimana dengan cerita tentang 8 penyidik KPK. yang berdatangan ke Magetan pada Oktober 2016? Para penyidik KPK itu tak mau bicara. Tapi para wartawan mengenali sebagian dari mereka adalah penyidik yang saat itu sedang sibuk menangani kasus korupsi orang nomor 1 di daerah otonom tetangga sebelah timur Magetan: Walikota Madiun Bambang Irianto. Siswanto, kepala Kejaksaan Negeri Magetan, yang kantornya ikut didatangi penyidik KPK, kepada wartawan pun hanya bilang, ''Mereka hanya mampir menjenguk saya saja.''

''Mereka hanya kangen saya dan kebetulan lewat, mau ke Kota Madiun, kemudian tahu ada kendaraan saya di depan kantor, mampir lah mereka. Kan satu jalur kalau mau ke Madiun,'' lanjut Siswanto, yang baru 10 hari memimpin Kejaksaan Negeri Magetan. Kenapa kangen dengan Siswanto? Rupanya, sebelum menjadi Kajari, Siswanto memang berkawan dengan para penyidik itu. Di masa sebelumnya, selama 9,5 tahun, Siswanto juga jadi penyidik KPK.

Jadi, kabupaten yang dipimpin H Sumantri, bupati Magetan dua periode, 2008-2013 dan 2013-2018, luput dari di-obok-obok KPK? Ternyata tidak juga. Aksi marah-marah Bupati Magetan yang disertai perintah agar aparatnya stop pungli, kelihatannya sudah terlambat. Damage has been done, kata orang bule. Bulan lalu, 25 April 2017, penyidik KPK berdatangan lagi ke Magetan. Bukan menangkap atau menggeledah, tapi melakukan 'koordinasi dan supervisi' terhadap 2 kasus korupsi di Magetan.

Kasus korupsi yang pertama adalah kasus yang sudah disidik Polres Magetan sejak 5 tahun lalu: korupsi pembangunan gedung IRNA RSUD dr Sayidiman Magetan, senilai Rp 1,5 miliar. Lewat supervisi KPK, pada hari itu Polres Magetan menyerahkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri Magetan, dan 5 tersangkanya pun langsung di masukkan ke rumah tahanan.

Kasus korupsi yang kedua juga kasus lama: korupsi pengadaan sepatu seragam PNS Kabupaten Magetan pada 2014 senilai Rp 1,2 miliar . Kasus ini ditangani langsung Kejari Magetan. Berkat supervisi KPK, pada 10 Mei 2017, Kejari Magetan akhirnya resmi menetapkan Kepala Bappeda Magetan Sujarmoko sebagai tersangka. Hari itu juga ia langsung dibawa ke Rumah Tahanan Kelas II B Magetan.
Pendopo Surya Graha
Jl. Basuki Rahmat Selatan No.1
Kecamatan Magetan
Kabupaten Magetan
Jawa TImur

Tel: 0351-895001

Kantor Bupati Magetan
Jl. Basuki Rahmat Timur No. 1
Kecamatan Magentan
Kabuapten Magetan
Jawa Timur

Tel: 0351-895318

Website: www.magetan.go.id

Kecamatan di Kabupaten Magetan:
1. Magetan
2. Panekan
3. Plaosan
4. Poncol
5. Parang
6. Lembeyan
7. Kawedanan
8. Takeran
9. Bendo
10. Maospati
11. Barat
12. Karangrejo
13. Kartoharjo
14. Karas
15. Sukomoro
16. Ngariboyo
17. Nguntoronadi
18. Sidorejo
Places TerdekatKm
Kantor Bupati Magetan 0,166
Pangkalan TNI-AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan 12,840
RM Padang Murah Berkah 13,972
Yudimart, Puskopau Lanud Iswahjudi, Kabupaten Magetan 14,001
Gerbang Lanud Iswahjudi 15,028
Plaza Madiun, Kota Madiun 21,384
Pasar Besar Kota Madiun, Jenderal Sudirman, Kota Madiun 21,466
Pemerintah Kota Madiun 21,523
PT Inka, Kota Madiun 22,047
PG Rejo Agung Baru, PT PG Rajawali I, Kota Madiun 23,096
Hotel TerdekatKm
Aston Madiun Hotel, Kota Madiun 20,570
Hotel Merdeka, Kota Madiun 21,353
Sukowati Hotel, Kabupaten Ngawi 31,279
Ngawi Indah Hotel, Kabupaten Ngawi 31,738
Hotel Syariah Solo 63,091
Narita Hotel, Kabupaten Tulungagung 77,426
Istana Hotel, Kabupaten Tulungagung 77,531
Front One Hotel Purwodadi, Kabupaten Grobogan 78,921
Grand Master Hotel Purwodadi, Kabupaten Gerobogan 79,471
Aston Bojonegoro City Hotel, Kabupaten Bojonegoro 82,795
Berita Magetan
Polres Magetan Sita 250 Kilogram Daging Sapi Gelonggongan
Kasus Sepatu Seragam PNS, Kepala Bappeda Magetan Ditahan
KPK Supervisi Dua Kasus Korupsi Magetan
Telaga Sarangan, Riwayatmu Kini
Sekda Sampang Berpeluang di Pilkada Magetan?
Minimarket Yudimart Milik TNI AU Ludes Terbakar
Didatangi KPK, Bupati Magetan Gusar
Banjir Bandang Magetan Sebabkan Kerugian Rp900 Juta
Didukung Bupati Sampang, Sekda Bantah Maju Cabup Magetan
Pakde Karwo Lantik Bupati Magetan 2013-2018