Indonesia meets Google Places and Facebook Places Home | Places | Hotel | Berita
Indoplaces.com
Asbisindo Cemplung.com
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat
Kamis, 20 Desember 2012, 04:55:30
photo: che/indoplaces
Ingin tontonan yang halal? Sabar. Suatu saat nanti, seperti halnya makanan dan minuman, tontonan televisi dan siaran radio pun akan diberi 'label halal'. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat tengah menggodoknya bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat. Labelisasi halal ini dirasa perlu agar berbagai program siaran bisa secara serius menghormati norma-norma agama dan adab, serta benar-benar layak dipirsa para pendengar dan penonton di Jawa Barat yang jumlahnya mencapai 49 juta orang.

Fokusnya memang pada program siaran televisi dan siaran radio. Karena itu memang area kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan KPID. Dan soal kehalalan, kata Ketua KPID Jabar Neneng Athiatul Faiziyah saat berembug dengan MUI Jabar Juli silam, merupakan wilayah kerja MUI. Kongkritnya, kalau nanti jadi, KPID Jabar hanya akan memetakan unsur halal pada materi siaran, sedangkan sertifikasinya diberikan oleh MUI.

Langkah menuju halalisasi siaran televisi dan radio mungkin masih panjang. Masih banyak yang perlu dipersiapkan dan dibenahi. Dan sambil melangkah ke sana, KPID Jabar kini tengah sibuk membenahi gedung kantornya di Bandung, yang berada tak jauh dari Hotel Papandayan, atau tepat berseerangan dengan rumah makan Sunda Ponyo. Sejak November silam, area 'rumah' bagian depan kantor KPID Jabar memang terlihat tengah dibenahi. Tampaknya, ini merupakan kelanjutan dari lelang rehabilitasi gedung kantor KPID senilai Rp 293 juta yang digelar akhir Mei 2012 silam. Meski bangunan depan tengah dibenahi, kerja KPID Jabar tentu tak terganggu karena punya 'gedung' kantor bertingkat di bagian belakang.

KPID Jabar saat ini punya tujuh orang komisioner, termasuk ketua, yang bertugas memonitor siaran televisi dan radio. Dilantik Februari 2012 untuk peride 2012-2015, mereka mesti memantau 37 stasiun tv swasta dan 145 stasiun radio swasta. Stasiun siaran itu tidak melulu yang berdomisili di Jawa Barat, tapi juga stasiun yang siarannya tertangkap di wilayah Jawa Barat. Per Juni 2012, seluruh stasiun itu tercatat menyuguhkan tak kurang dari 1.500 mata acara per bulan, atau 400 ribu mata acara per tahun.
 
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat
Jalan Malabar No. 62
Kota Bandung
Jawa Barat

Tel: 022-7308812-13
Fax: 022-7308812

Website: www.kpid-jabar.go.id (offline)

Link: Komisi Penyiaran Indonesia - www.kpi.go.id
 
Pertengahan November lalu, KPID Jabar menganugerahkan KPID Jabar Award 2012 kepada 10 lembaga siaran yang dipantaunya: 5 tv dan 5 radio. Lomba untuk meraih KPID Award 2012 ini diikuti 91 peserta: 69 stasiun radio dan 22 stasiun televisi. Dari sekitar 200 siaran yang dikirim peserta, 45 diantaranya masuk nominasi. Di malam penganugerahan, hanya 10 peserta yang mendapat award, plus uang tunai Rp 7 juta (televisi) dan Rp 5 juta (radio):


TELEVISI

Kategori Feature Televisi
TVRI, Kemilau Jabar episode ‘Kembali ke Kampung’

Kategori Talkshow Televisi
PJTV Bandung, Berguru Bisnis

Kategori Seni Budaya Tradisi
Cirebon TV, Pagelaran Budaya Cirebon episode ‘Pelangi Budaya’

Kategori Sandiwara
TVRI Jabar, Soldadu Pesisir Pananjung

Kategori Berita Televisi
Megaswara TV Bogor, Dinamika Bogor

RADIO

Kategori Feature Radio
Gita FM Garut, Nasib Roman Sunda Ngetop

Kategori Pertunjukan Seni Budaya Tradisi
Prima FM Indramayu, Tayuban Klasik

Kategori Talkshow Radio
ADS Karawang, Papahare Bareng BBPOPT

Kategori Sandiwara Radio
Dian FM Sukabumi, Operet Religi ‘Singa Padang Pasir’

Kategori Berita Radio
LPPL Kuningan, Kuningan Info
 
Tayangan TV bisa membawa dampak negatif. Tayangan kriminal kerap dituding mendorong orang meniru pebuatan serupa. Karena itu perlu ada KPI dan KPID sebagai lembaga pengawas siaran. Ketua KPID Jawa Barat Neneng Atiyatul Faizia tentu sangat setuju dengan hal ini. Selain karena memang itu sudah jadi pilihan profesinya, juga karena ia pun baru saja mengalami hal yang jamak kita jumpai di film televisi: putrinya, Zahfa, yang baru berusia 2 tahun, Senin 3 September 2012, jadi korban penculikan.

Kasus penculikan itu baru terdengar di media massa pada hari Rabu, setelah kejadian berlangsung 24 jam lebih. Pelakunya, Popon (25), tak lain adalah perempuan yang biasa menjadi baby-sitter sang bocah. Drama penculikan itu berakhir pada hari Rabu itu juga, 5 September 2012, setelah putri ke-tiga pasangan Neneng dan Husni F Mubarok (Ketua KNPI Jabar) itu diantar kembali ke pangkuan orang tuanya pada pukul 18.55. Polisi berhasil menemukan Popon setelah melakukan pencarian bersama keluarga Popon.
Tetangga TerdekatKm
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat 0,000
RM Ponyo 3, Malabar, Bandung 0,048
Bank CIMB Niaga Syariah, Gatsu, Bandung 0,440
Bank CIMB Niaga, Gatot Subroto, Bandung 0,662
Kedai Nyonya Rumah - Trunojoyo 2,715
GKP Telkom 3,042
Balubur Town Square, Bandung 3,369
Cihampelas: Dari Sentra Jeans ke Gurita Kagum Hotel 4,053
Pratista Taman Sakura, Bandung 4,354
Kawasan Nuklir Bandung - Triga 2000 4,524
Warung Nasi Ampera - Soekarno-Hatta 4,868
Pepper Lunch, Steak Cepat Saji ala Jepang 4,987
Paris Van Java Mall 5,027
Lacoste, Buaya Hijau di Paris van Java 5,058
SPBU 34-40203, Terusan Pasirkoja 5,067
 Hotel di Jawa Barat
Amanah Benua Hotel
Topas Galeria Hotel, Bandung
Nyland Pasteur Hotel, Bandung
Puma Hotel, Bandung
Sensa Hotel, Cihampelas Walk, Bandung
 Berita Jawa Barat
Rachmat Yasin Isyaratkan Mundur dari Kursi Bupati Bogor
Bupati Bogor Ditangkap KPK, PPP Gelar Doa Bersama
Gunung Kelud: Abu Kelud Sudah Sampai Bandung
Gunung Kelud: Warga Garut Nonton Hujan Abu
Presiden Datangi Pabrik Tahu Sumedang
  © 2010-2014 IndoPlaces.com  |  Redaksi - Panduan
Web Services : Bengkel Web - Registrasi Domain - Web Hosting

Powered by eNdonesia 8.5