Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Masjid Al-Makmur, Tanah Abang
Rabu, 27 April 2011 14:59:44
photo: centhini/indoplaces
Alwi Shahab, atau biasa dipanggil Abah Alwi, sesuai umurnya, suka sekali menulis soal Jakarta tempo doloe. Salah satu sosok Betawi lama yang pernah diceritakan wartawan senior harian Republika ini, yang juga lama di kantor berita Antara, adalah Masjid Al-Makmur, mesjid besar yang lokasinya hanya beberapa puluh meter dari Pasar Tanah Abang. Menurut Abah Alwi, Masjid Al-Makmur ini usianya sudah lebih dari 3 abad. Dia dibangun pada tahun 1704 oleh para keturunan bangsawan Kerajaan Islam Mataram, pimpinan KH Muhammad Asyuro.

Sejarah masjid yang tersohor di Jakarta ini bermula ketika Sultan Agung melancarkan serangan dua kali ke Batavia pada 1618 dan 1619. Sekalipun serangan itu berakhir dengan kegagalan, tapi Sultan Agung 'meninggalkan' sejumlah bangsawan Mataram yang dikenal sebagai juru dakwah yang handal. Di antara mereka kemudian menetap di Jakarta, menjadi dai, dan membangun sejumlah masjid di Jakarta, termasuk Masjid Al-Makmur ini.

Masjid Al-Makmur mulanya hanya sebuah mushola berukuran 12 x 8 meter. Pada 1915 diperluas oleh Habib Abu Bakar Alhabsyi, salah seorang pendiri rumah yatim piatu Daarul Aitam di jalan yang sama. Luas masjid menjadi 1.142 m2 ketika Habib Abubakar memberikan tanah sebagai wakaf. Tahun 1932 masjid diperluas lagi atas tanah wakaf Salim Bin Muhammad bin Thalib. Kemudian pada tahun 1953 diperluas hingga luasnya menjadi 2.175 m2.

Kini sebagian halaman depan masjid, akibat pelebaran jalan, sudah terkikis. Meski begitu, bangunannya tetap utuh. Tiga gerbang berpilar ramping yang berbentuk kelopak melati dan list-plang dengan lima lubang angin masih bertahan. Begitu pula dengan dua menara berkubah kecil bergaya mercusuar (dengan jendela dan teras) di kiri dan kanan bangunan utama.
Masjid Al-Makmur
Jalan KH Mas Mansyur
Tanah Abang
Jakarta Pusat - 10250