Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Hotel Siantar, Kota Pematangsiantar
Sabtu, 06 Mei 2017 11:40:49
photo: siantar hotel / google street view
Berbintang 3, Siantar Hotel atau Hotel Siantar benar-benar menjadi hotel yang berada di pusat kota Kota Pematangsiantar. Hotel yang dibangun pada 1913 ini, yang di zaman dahulu jadi tempat kongkow orang-orang Belanda, dan karenanya menjadikan Hotel Siantar sebagai hotel tertua di Pematang Siantar, berada di sisi utara Lapangan Merdeka, lapangan utama Kota Pematangsiantar. Adapun yang berada di sisi selatan Lapangan Merdeka adalah gedung Balaikota atau Kantor Walikota Pematangsiantar, yang diresmikan pemakaiannya pada 1920.

Meski relatif sama tuanya, dan sama-sama punya nilai historis, terutama terkait Peristiwa Siantar Hotel 15 Oktober 1945, sosok fisik Hotel Siantar tidak se-klasik gedung Balaikota. Tak ada tanda-tanda kalau Siantar Hotel, dari segi arsitektur, adalah hotel antik. Bangunannya yang sekarang tak beda dengan bangunan kontemporer pada umumnya. Mungkin karena bangunan lama sudah dirombak habis oleh pemiliknya. Menyimak catatan sejarahnya, Hotel Siantar dulunya merupakan hotel milik pengusaha berkewarganegaraan Swiss. Baru pada 1969, hotel yang berada di lahan seluas 22.000 meter persegi (2,2 hektar) ini, dan saat itu baru punya 22 kamar, dibeli pengusaha lokal bernama Julianus Hutabarat.

Pada 1972, pemilik barunya mulai melakukan renovasi dan perluasan hotel. Sejak itu, pengembangan hotel di 'kawasan hijau' kota Pemangsiatanr itu terus dilakukan dan akhirnya menjadi sosok Hotel Siantar seperti yang sekarang: hotel yang punya 82 kamar (mulai dari kamar standard sampai presiden suite), 2 convention hall, ruang rapat, restoran, kolam renang, karaoke, dan berbagai fasilitas hotel lainnya. Yang paling mutakhir dan relatif independen adalah Siantar Sports Center, yang berada di sisi timur hotel.

Baguskah kinerja bisnis Siantar Hotel? Menurut skripsi bertajuk Analisis Strategi Bisnis Dalam Menghadapi Persaingan: Studi pada Siantar Hotel, Pematang Siantar, yang di tulis Elisabeth Ratih Pratiwi (Adaministrasi Niaga, USU), pada periode 2011-2015, terus terjadi penurunan tingkat hunian. Jika pada 2011 jumlah tamu mencapai 18.123 orang, pada 2015 hanya 14.099 orang. Yang ditengarai sebagai salah satu penyebabnya adalah meningkatnya jumlah hotel di Kota Pematangsiantar: dari 25 hotel pada 2011 menjadi 33 hotel pada 2014.

Penurunan jumlah tamu boleh jadi berdampak pada kemampuan Hotel Siantar membayar pajak. Pada 2016 lalu, Hotel Siantar dikabarkan punya tunggakan pajak sebesar Rp 800 juta. Meski begitu, hotel ini tidak tergolong pengemplang pajak karena pada 2016 pula sang hotel mulai membayar tunggakan pajak. Menurut catatan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pematangsiantar, Adiaksa Purba, Siantar Hotel sudah mulai mencicil pajak dan tunggakan yang tersisa tinggal Rp 600 juta.
Hotel Siantar
Jl. WR Supratman No. 3
Kelurahan Dwikora
Kecamatan Siantar Barat - 21145
Kota Pematang Siantar
Sumatera Utara

Tel: 0622-21091